PRAMUKA.ID – Cilacap, Gerakan Pramuka di Kabupaten Cilacap didorong terus meningkatkan kapasitas anggota dewasa agar pembinaan generasi muda tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Binawasa) Kwarcab Cilacap, Subiharto dalam kegiatan peningkatan kapasitas anggota dewasa dan penyerahan trofi kejuaraan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Cilacap, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Subiharto, anggota dewasa perlu memperbarui pengetahuan dan metode pembinaan. Jika masih menggunakan pola lama yang monoton, Gerakan Pramuka berisiko semakin jauh dari generasi muda.
“Jika kita selaku anggota dewasa tidak meningkatkan kapasitas, tidak meng-upgrade pengetahuan dan masih menggunakan pola pikir serta metode lama yang monoton, maka Pramuka akan ditinggalkan oleh generasi muda,” katanya.
Ia meminta anggota dewasa memperkuat pemahaman regulasi dan manajemen organisasi, sekaligus mengembangkan metode pelatihan yang menarik dan inovatif tanpa meninggalkan prinsip dasar kepramukaan.
“Kakak-kakak andalan Binawasa harus mampu menciptakan iklim pelatihan bagi para pembina gugus depan agar mereka bisa mengajar dengan metode yang menarik dan inovatif,” ujarnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 90 peserta tersebut membahas kebijakan pembinaan anggota dewasa, strategi organisasi, pendidikan dan pelatihan kepramukaan, serta pengelolaan administrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Kwarcab Cilacap menyerahkan trofi kwarran tergiat ETK 2026. Untuk kategori penyelenggaraan dan partisipasi, Cilacap Tengah menjadi tergiat pertama dengan nilai 2.328, disusul Cilacap Utara dengan nilai 2.281 dan Adipala dengan nilai 2.168.
Sedangkan kategori publikasi dan bakti menempatkan Cilacap Utara sebagai tergiat pertama dengan nilai 2.336, diikuti Cilacap Tengah dengan nilai 2.323 dan Sampang dengan nilai 2.105.
Subiharto mengapresiasi seluruh kwarran, gugus depan, dewan kerja, dan majelis pembimbing yang mendukung pelaksanaan ETK. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan, nasionalisme, dan persaudaraan.
Ke depan, peningkatan kapasitas anggota dewasa diharapkan mampu melahirkan pembina yang adaptif dan kreatif, sehingga pembinaan Pramuka tetap menarik bagi generasi muda sekaligus tidak kehilangan nilai dasar kepramukaan.
Pewarta: Dwi – Andalan Kwarcab Cilacap

























