PRAMUKA.ID — Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melalui Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) menggelar rapat bersama Dewan Kerja Nasional (DKN) untuk membahas arah program pembinaan anggota muda serta sejumlah agenda strategis menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026.
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binamuda, Kak Sigit Muryono, pada Kamis (7/5/2026) itu menitikberatkan pada sinkronisasi program kerja Binamuda dan DKN, pembahasan review Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), Pramuka Garuda, dan Jamnas XII 2026.
Dalam arahannya, Kak Sigit menegaskan pentingnya fokus pada program prioritas Binamuda tahun ini serta penguatan koordinasi lintas bidang menjelang Jamnas XII 2026.
“Sinkronisasi antarbidang harus diperkuat, termasuk penyusunan juknis kegiatan dan penataan tapak perkemahan agar seluruh pelaksanaan kegiatan di Jamnas berjalan terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil review SKU-SKK nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam kegiatan Pinkonda pada Jamnas XII 2026.
Dalam rapat tersebut, Bidang Binamuda memaparkan sejumlah program kerja tahun 2026 dan 2027. Pada tahun 2026, agenda utama meliputi pelaksanaan Jamnas XII, persiapan Lomba Tingkat V (LT-V) Tahun 2027, Dianpinru Tingkat Nasional, review SKU dan SKK, serta review panduan pencapaian Pramuka Garuda.
Sementara pada 2027, fokus diarahkan pada pelaksanaan LT-V, finalisasi kurikulum pembinaan anggota muda, dan penguatan koordinasi nasional bidang Binamuda.
Sekretaris Binamuda, Kak Rio Ashadi, menekankan bahwa proses review SKU dan SKK perlu dibuka secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur, baik dari internal maupun eksternal Gerakan Pramuka.
Menurutnya, Kwarnas akan menyiapkan booth khusus pada Jamnas XII 2026 untuk menyosialisasikan draft hasil review SKU, SKK, dan Sistem Pencapaian Garuda (SPG), sekaligus membuka ruang masukan dari peserta didik, pembina, akademisi, hingga masyarakat umum.
“Review kurikulum harus kontekstual dengan kondisi kekinian dan kebutuhan peserta didik saat ini. Kita perlu mendengar perspektif pembina, peserta didik, dan para ahli,” kata Kak Rio.
Berbagai masukan juga mengemuka dalam sesi diskusi. Sejumlah peserta rapat menyoroti pentingnya penguatan kajian pedagogis dan andragogis dalam penyusunan SKU baru, termasuk perlunya pendekatan yang lebih adaptif terhadap peserta didik berkebutuhan khusus (PBK).
Selain membahas kurikulum, rapat juga menyoroti persiapan Dianpinru Nasional sebagai kegiatan pra-Jamnas serta persiapan LT-V Tahun 2027.
Kwarnas berencana menerbitkan petunjuk pelaksanaan LT-V pada akhir 2026 agar Kwartir Daerah dapat lebih awal mempersiapkan seleksi di tingkat daerah. Sistem lomba disebut akan tetap mempertahankan konsep beregu utuh dan berbasis pengalaman peserta.
Di sektor perkemahan, rapat turut membahas perkembangan Perkemahan Wirakarya (PW) dan Kemah Dewan Kerja, program milik Dewan Kerja Nasional. Pokja PWN diminta segera menyelesaikan rancangan petunjuk pelaksanaan sebelum Jamnas XII berlangsung.
Beberapa daerah disebut telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah kegiatan nasional, terutama daerah yang dinilai memiliki pengalaman kuat dalam penyelenggaraan kegiatan besar kepramukaan.
Menutup rapat, Bidang Binamuda menegaskan bahwa seluruh hasil review kurikulum, SKU, SKK, dan SPG akan terus disempurnakan melalui seminar, sosialisasi, dan pelibatan berbagai pihak setelah Jamnas XII 2026. Rapat ditutup dengan penekanan pada percepatan penyusunan juknis kegiatan dan finalisasi tapak perkemahan Jamnas XII 2026.
PusdatinKN




















