PRAMUKA.ID – Semangat meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan terus digaungkan Kwartir Ranting (Kwarran) Kahu. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing dan Gelang Ajar yang diselenggarakan oleh Kwarran Kahu pada Kamis (1/10/2026), bertempat di Aula SMPN 1 Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menghadirkan Kakak H. A. Fahri Makkasau, selaku Kepala Pusdiklatda Kwarda Sulsel sekaligus Andalan Nasional Bidang Binawasa, sebagai pemateri. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan materi tentang Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, sebagai fondasi penting yang harus dipahami oleh para pembina dan unsur Majelis Pembimbing dalam melaksanakan pembinaan generasi muda. Dengan penyampaian yang inspiratif dan aplikatif, Kakak H. A. Fahri Makkasau menekankan bahwa kepramukaan bukan sekadar kegiatan baris-berbaris, perkemahan, ataupun aktivitas seremonial.
Gerakan Pramuka merupakan proses pendidikan karakter yang menggunakan prinsip dan metode tertentu agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan lingkungan. Pemahaman yang benar terhadap Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan menjadi modal utama bagi pembina untuk menghadirkan kegiatan yang menarik, menantang, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Ditemui terpisah, Ketua Kwarran Kahu, kakak Andi Sukmawati AZ, menyampaikan bahwa kegiatan Orientasi Majelis Pembimbing dan Gelang Ajar merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kepramukaan di wilayah Kahu. Menurutnya, sinergi antara Majelis Pembimbing, pembina, satuan pendidikan, dan kwartir akan menjadi kekuatan besar dalam membangun pembinaan Pramuka yang berkelanjutan.
Sementara itu, salahsatu peserta kakak Muh. Thamrin, Pembina Pramuka UPT SMAN 6 Kahu, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat karena membantu pembina memahami kembali hakikat pendidikan kepramukaan. “Kegiatan ini membuka kembali wawasan kami sebagai pembina. Bukan hanya bagaimana membuat kegiatan Pramuka menjadi ramai, tetapi bagaimana setiap kegiatan memiliki nilai pendidikan dan mampu membentuk karakter peserta didik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kakak H. A. Fahri Makkasau memberikan pesan motivasi agar kegiatan kepramukaan di Kahu ke depan semakin aktif, kreatif, inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi generasi muda. Ia mendorong para pembina untuk tidak takut beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar kepramukaan. “Pramuka harus hadir menjawab kebutuhan zaman. Jadikan setiap kegiatan sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang membentuk karakter. Jangan hanya mencetak Pramuka yang aktif berkegiatan, tetapi lahirkan generasi yang mampu menjadi teladan, mandiri, bermanfaat, dan siap mengabdi untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Kwarran Kahu untuk terus menyalakan suluh kepramukaan di tengah generasi muda. Sebab, ketika pembina terus belajar, berinovasi, dan menghidupkan nilai-nilai kepramukaan dalam setiap kegiatan, maka sesungguhnya mereka sedang menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter kuat, berjiwa kepemimpinan, terampil, mandiri, dan siap mengabdi.
Pewarta: Yusran AY.NS (Saka Tarunabumi / ISJ Sulsel #2109)
























