PRAMUKA.ID – Gerakan Pramuka terus memperkuat kemitraannya dengan World Scout Organizations of the Scout Movement (WOSM) sebagai wadah seluruh organisasi kepramukaan sedunia. Berkat penilaian positif terhadap progres aktivitas kepramukaan bagi anak rentan melalui program Ticket to Life di tanah air, WOSM kini membuka kesempatan dukungan anggaran yang lebih besar. Dukungan dana ini akan dialokasikan untuk berbagai proyek yang disampaikan pada kwartir daerah yang bersedia dan dipilih untuk menjalankan program Ticket to Life.
Pada Senin, 8 Juni 2026, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menerima kunjungan Regional Director World Scout Bureau (WSB) Asia-Pacific Region di Gedung Kwartir Nasional, Jakarta. Kunjungan ini dihadiri oleh Regional Director WSB Kak Jose Rizal Pangilinan, Manager Education and Impact WSB Kak Arjay F. Cameros. Kunjungan ini diterima pimpinan Kwarnas yaitu Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto selaku Waka Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri serta Kak Mayjen TNI Mar. (Purn) Yuniar Ludfi selaku Waka Abdimas, LH, dan Humasinfo.
Pembahasan utama pada rapat kali ini terkait penguatan program Ticket to Life (TTL) sebagai salah satu prioritas utama yang berdampak nyata bagi anak-anak dalam situasi rentan. Saat ini, Indonesia memiliki 11 unit (troops) TTL terbesar di 5 (lima) kwartir daerah. Kwartir daerah yang menerima program ini antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, DI Yogyakarta, dan Kalimantan Tengah. Program ini merangkul anak jalanan, anak korban bencana, anak berkonflik dengan hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak, serta anak berkebutuhan khusus melalui pendidikan kepramukaan.
Dalam perkembangannya, para peserta program ini tidak hanya mendapatkan pembinaan karakter kepramukaan sesuai ritme dan rancangan pembina masing-masing, tetapi juga dibekali dengan pelatihan vokasional untuk masa depan, salah satunya dengan pelatihan barista, membuat es krim, membuat lilin aromaterapi, serta berbagai kriya. Para anak dalam situasi rentan tersebut bahkan juga diberdayakan dengan dikirim melalui seleksi mewakili Indonesia ke ajang APR Jamboree pada Desember 2025 lalu di Filipina dengan pembiayaan kemitraan Kwartir Nasional.
Andalan Nasional Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Kak Dr. Prakoso Permono, menyampaikan bahwa Kwartir Nasional telah menjalankan enam langkah strategis dalam memperkuat tata kelola dan dampak sosial program TTL di Indonesia. Langkah ini diawali dengan pembentukan Tim Nasional TTL serta penerapan sistem baru dalam perencanaan, monitoring, dan evaluasi yang lebih akuntabel.
“Peningkatan kapasitas pembina akan diwadahi melalui forum pembelajaran berkala, yang dibarengi dengan penegakan standar Safe from Harm secara menyeluruh demi menjamin keamanan dan perlindungan peserta didik,” ujar Kak Prakoso.
Ia juga menekankan bahwa seluruh aktivitas unit kini didorong untuk berkontribusi nyata pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui berbagai proyek bakti sosial, serta mengintegrasikan seluruh unit TTL agar terhubung langsung dengan kwartir setempat demi optimalisasi dukungan dan rasa memiliki dari kwartir setempat.
Dalam rapat tersebut, Manager of Education and Impact, World Scout Bureau (WSB), Kak Arjay, memastikan kembali kelancaran pelaksanaan program Ticket to Life (TTL) di Indonesia, baik dari sisi aktivitas lapangan maupun tertib administrasi.
Kak Arjay menekankan tiga hal standar yang harus dipenuhi dalam program TTL. Pertama adalah pengorganisasian kelompok, di mana setiap unit diharapkan mampu menyelenggarakan 36 kali latihan per tahunnya. Hal yang kedua fokus pada aktivitas, termasuk pencapaian syarat kecakapan umum atau kenaikan tingkat.
“Kami tidak menargetkan jumlah tertentu untuk kenaikan tingkat. Misal, harus ada sekian Garuda pada tahun ini. Tidak begitu, semua disesuaikan dengan ritme dan kondisi di unit masing-masing. Namun, aspek terpenting yang harus terlihat dalam laporan adalah adanya progres dan transformasi dari para Pramuka di troops tersebut,” ujar Arjay.
Yang ketiga adalah monitoring dan evaluasi. Pihak WSB memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kwartir Nasional karena telah menginisiasi pertemuan nasional bagi seluruh Pembina Ticket to Life. Pengawasan kini juga didukung lewat instrumen evaluasi online yang disiapkan Bidang Kerja Sama Luar Negeri untuk memantau perkembangan materi dan capaian latihan.
Skema monitoring dan evaluasi sengaja dibuat sesederhana mungkin agar tidak membebani para pembina yang mayoritas memiliki pekerjaan utama lainnya. Selain itu, WSB berharap unit-unit TTL di Indonesia dapat terlibat aktif dalam proyek-proyek sosial kemasyarakatan (community projects).
Lebih lanjut, WSB juga menyampaikan rencana pengembangan program TTL di Indonesia dengan penjajakan penambahan hibah pada tahun 2026-2027 yang menunjukkan penilaian kinerja yang positif.
Berkat kemitraan luar negeri yang terjalin dengan baik, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka berhasil mendapatkan dana hibah sebesar USD 23.750 dari World Scout Foundation yang disalurkan melalui World Scout Bureau untuk periode 2026-2027. Dana ini akan dialokasikan untuk penguatan program di 13 unit yang diproyeksikan memperoleh dukungan, di mana seluruh aktivitasnya dirancang untuk berkontribusi langsung pada pencapaian SDGs melalui berbagai proyek pengabdian masyarakat serta memberdayakan anak dalam situasi rentan.
Di samping itu, Waka Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kak Toto Siswanto juga menyampaikan rencana pemberian Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka bagi para Pembina Ticket to Life yang telah dipandang kontributif pada capaian nasional program Ticket to Life.
“Kwarnas akan mengapresiasi para Pembina Ticket to Life yang telah berkiprah sangat baik dan inspiratif di lapangan. Tentu pemberian penghargaan ini akan dilakukan selektif melalui mekanisme Dewan Kehormatan”, jelas Kak Toto.
Turut hadir Kak Raihan Sujaya (Ketua DKN), Kak Tamara Al Ihsan (Wakil Ketua DKN/Wakil Koordinator TTL Gerakan Pramuka), Kak Iman Suhasto (Karo Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Kwarnas), Kak Haerudin (Karo Abdimas, LH, Kehumasan dan Informatika Kwarnas), Venny Indri Christiyanti (Kabag Kerja Sama Dalam Negeri Kwarnas), Kak Nauli Fitria Dwi Damayanthie (Kabag Kerja Sama Luar Negeri Kwarnas), dan Kak Subhan (DKN).
























