PRAMUKA.ID – Bengkulu – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka 07 Bengkulu resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII Tahun 2026. Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dipusatkan di BPSDM Provinsi Bengkulu pada Selasa malam (27/10/2026).
Musda yang dijadwalkan berlangsung hingga 28 Oktober 2026 ini dihadiri oleh sekitar 170 peserta dan undangan, yang terdiri atas unsur Kwartir Nasional (Kwarnas), pengurus Kwarda, perwakilan Kwarcab se-Provinsi Bengkulu, serta jajaran Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) dan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab).
Dalam sambutan tertulis Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Komjen Pol. (Purn) Budi Waseso, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual, Kak Mayjen TNI (Purn) Widagdo Hendro Sukoco, disampaikan bahwa Musda memiliki fungsi krusial sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Forum tertinggi di tingkat daerah ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban kinerja pengurus lama, tetapi juga momentum strategis untuk merumuskan program kerja masa bakti berikutnya serta memilih kepengurusan Kwarda yang baru secara demokratis.
“Gerakan Pramuka harus terus berperan aktif dalam pembangunan karakter generasi penerus dan mengarahkan visinya menuju Indonesia Emas 2045. Mari jalankan Musda ini dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan musyawarah untuk mufakat, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah,” pesan Ka Kwarnas dalam amanatnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, S.K.M., M.Kes., M.Si., dalam sambutannya saat membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya peran Pramuka di tengah arus globalisasi dan ancaman ideologi transnasional yang dapat mengikis nasionalisme generasi muda.
Pihaknya berpesan agar Gerakan Pramuka tidak terjebak dalam rutinitas kegiatan seremonial semata, melainkan bertransformasi menjadi benteng nilai, penanam cinta tanah air, serta wadah pembentukan karakter yang adaptif, tangguh, dan berjiwa bela negara.
Selain itu, Pemprov Bengkulu juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas dan kapasitas pembina serta pelatih Pramuka agar mampu mengintegrasikan metode modern dalam setiap sesi latihan.
Panitia Musda VIII melalui Dr. Nur Sulistyo Budi Ambarini, S.H., M.Hum. (Waka Kwarda Bidang Organisasi dan Hukum), melaporkan bahwa persiapan keseluruhan acara telah berjalan dengan baik berkat dukungan penuh dari dana hibah Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu.
Dengan terselenggaranya Musda VIII Gerakan Pramuka Bengkulu Tahun 2026 ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang memiliki integritas tinggi serta mampu melahirkan generasi muda Bengkulu yang produktif, berkarakter, dan siap mengabdi untuk bumi pertiwi.
Satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia!


























