PRAMUKA.ID – Denpasar, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali menyepakati penguatan kemitraan strategis dalam percepatan Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Langkah ini diwujudkan melalui pembinaan dan optimalisasi peran Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba Kwarda Bali.
Komitmen tersebut ditandai melalui audiensi kemitraan yang berlangsung di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Rabu (21/10/2026).
Audiensi diterima langsung oleh Koordinator / Ketua Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali, Putu Sonny Kurniawan, S.Sos., M.I.Kom., beserta jajaran pejabat teknis BNNP Bali.
Pertemuan ini berfokus pada integrasi program unggulan BNNP Bali—seperti pembentukan Remaja Teman Sebaya Anti Narkoba dan Ketahanan Keluarga Anti Narkoba—ke dalam kegiatan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega di tingkat Daerah (Provinsi) maupun Cabang (Kabupaten/Kota) se-Bali.
Dalam audiensi tersebut, BNNP Bali dan Kwarda Bali memantapkan arah pembinaan pada 3 (tiga) krida kejuruan utama Saka Anti Narkoba:
Krida Pencegahan (Pencegahan & Edukasi Sebaya): Pelatihan keterampilan komunikasi publik, metode konseling teman sebaya (Peer Educator), pembuatan konten media kreatif anti narkoba, serta kampanye bahaya NAPZA di lingkungan Gugus Depan dan sekolah.
Krida Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas): Pelatihan penggalangan peran serta masyarakat, pembentukan Penggiat Anti Narkoba di lingkungan Pramuka, serta pemetaan wilayah rawan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa/kelurahan.
Krida Rehabilitasi & Pendampingan Informasi: Pelatihan pengenalan indikasi awal pengguna narkoba, edukasi mekanisme Wajib Lapor dan Layanan Rehabilitasi BNNP, serta keterampilan dasar literasi pencegahan kekambuhan (relapse prevention).
Sekretaris SAKOMA (Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma) Kwarda Bali, Rudianto, menegaskan bahwa Satuan Karya Pramuka memegang peranan krusial sebagai wadah pembinaan keahlian teknis dan pengalaman praktis generasi muda.
“Satuan Karya Pramuka memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengasah pengetahuan, keterampilan teknis kejuruan, serta pengalaman praktis. Guna mengoptimalkan peran Saka sebagai sarana persiapan karier generasi muda dan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, diperlukan kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara Kwarda Bali, Kwarcab se-Bali, serta Instansi Pengampu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegas Rudianto.
Rudianto menjelaskan bahwa Bidang SAKOMA Kwarda Bali menginisiasi langkah terpadu ini untuk merangkul 14 Instansi Pembina Saka tingkat Provinsi Bali serta menyapa 9 Kwartir Cabang se-Bali. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan, mengevaluasi efektivitas program, menyusun roadmap kolaboratif, serta menginventarisasi kendala operasional pangkalan Saka di daerah.
Rangkaian audiensi kemitraan diakhiri dengan penyerahan cenderamata secara simbolis serta foto bersama antara jajaran Pimpinan Kwarda Bali dan BNNP Bali sebagai simbol komitmen mewujudkan Bali Bersinar (Bersih Narkoba).
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali


















