PRAMUKA.ID – Denpasar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali bersama Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali memperkuat sinergi strategis dalam rangka mendorong ketahanan pangan daerah, pengembangan agrokomoditas unggulan, serta percepatan regenerasi petani muda di Pulau Dewata. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan dan optimalisasi peran Satuan Karya Pramuka (Saka) Taruna Bumi.
Langkah kolaboratif tersebut dimantapkan dalam audiensi kemitraan yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (21/10/2026).
Audiensi diterima secara langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dewa Ketut Subawa, S.P., beserta jajaran pejabat fungsional dan teknis.
Pertemuan tersebut membahas restrukturisasi Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan Saka Taruna Bumi Tingkat Daerah Bali yang diketuai oleh Kepala Distanpangan Provinsi Bali beserta para Kepala Bidang (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan & Kesehatan Hewan, serta Ketahanan Pangan). Selain itu, dibahas pula penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengukuhan Pimpinan Saka oleh Kwarda Bali.
Sinergi ini mengintegrasikan berbagai program unggulan Pemprov Bali seperti Program Petani Muda Keren, optimalisasi lahan subak, pertanian organik Sistem Pertanian Terintegrasi (SIPADU), serta kemandirian pangan lokal ke dalam agenda pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega se-Bali.
Dalam audiensi tersebut, Distanpangan Bali dan Kwarda Bali menyepakati fokus pembinaan dan pelatihan berkesinambungan pada 5 (lima) krida kejuruan utama:
Krida Tanaman Pangan: Pelatihan budidaya padi dan pangan lokal, konservasi lahan subak, teknologi benih unggul, penggunaan pupuk organik, serta teknik pascapanen.
Krida Hortikultura: Pembekalan teknik budidaya buah, sayuran, dan tanaman hias khas Bali, urban farming/hidroponik, serta pengolahan hasil hortikultura.
Krida Perkebunan: Tata kelola komoditas perkebunan unggulan Bali (Kopi Arabika Kintamani, Kakao/Cokelat, Kelapa, dan Cengkeh) dari pembibitan hingga pengolahan pascapanen bernilai tambah.
Krida Peternakan: Pembibitan dan pemeliharaan ternak lokal (Sapi Bali, Ayam Buras), pencegahan penyakit hewan menular (PMK, Rabies), serta pemanfaatan limbah ternak untuk biourine dan biogas.
Krida Ketahanan Pangan: Edukasi diversifikasi pangan lokal berbasis B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman), Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), serta analisis ketersediaan pangan keluarga.
Sekretaris SAKOMA (Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma) Kwarda Bali, Rudianto, menegaskan bahwa Satuan Karya Pramuka memegang peranan krusial sebagai wadah pembinaan keahlian teknis dan pengalaman praktis generasi muda sebelum melangkah ke dunia profesional maupun pengabdian masyarakat.
“Satuan Karya Pramuka memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengasah pengetahuan, keterampilan teknis kejuruan, serta pengalaman praktis. Guna mengoptimalkan peran Saka sebagai sarana persiapan karier generasi muda dan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, diperlukan kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara Kwarda Bali, Kwarcab se-Bali, serta Instansi Pengampu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegas Rudianto.
Rudianto menjelaskan bahwa Bidang SAKOMA Kwarda Bali menginisiasi langkah terpadu ini untuk merangkul 14 Instansi Pembina Saka tingkat Provinsi Bali serta menyapa 9 Kwartir Cabang se-Bali. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan, mengevaluasi efektivitas program, menyusun roadmap kolaboratif, serta menginventarisasi kendala operasional pangkalan Saka di daerah.
melalui penguatan Saka Taruna Bumi ini, diharapkan lahir generasi muda Bali yang inovatif, mandiri secara ekonomi, dan bangga menjadi bagian dari pilar kedaulatan pangan Tanah Dewata.
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali


















