PRAMUKA.ID – Seluruh anggota Pramuka Penegak SMA Islam Sidoarjo tengah disibukkan dengan agenda penting, yaitu pelaksanaan Ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Memasak. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena melibatkan partisipasi aktif dari seluruh anggota Pramuka di pangkalan. Melalui ujian ini, para anggota ditantang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang layak saji.
Kegiatan yang penuh dengan antusiasme ini diselenggarakan langsung di lingkungan sekolah SMA Islam Sidoarjo yang beralamat di Jalan Pahlawan III Sidoarjo. Adapun waktu pelaksanaannya telah dijadwalkan dan sukses dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2026. Pemilihan lokasi di area sekolah bertujuan untuk memudahkan pengawasan serta memastikan seluruh sarana pendukung dapat dimanfaatkan dengan optimal oleh para peserta.
Ujian TKK Memasak ini dilaksanakan bukan tanpa alasan. Kegiatan ini digelar sebagai syarat mutlak bagi para anggota Pramuka untuk bisa mendapatkan TKK Memasak, yang nantinya akan disematkan pada seragam pramuka mereka. Selain sebagai pemenuhan syarat kecakapan, ujian ini juga bertujuan untuk mengukur sejauh mana kesiapan, keterampilan praktis, dan pemahaman para anggota dalam urusan dapur yang menjadi salah satu pilar kemandirian.
Proses ujian berlangsung dengan sangat kompetitif namun tetap mengutamakan kebersamaan. Secara kronologis, setiap kelompok diwajibkan untuk memasak beberapa menu yang sudah ditentukan oleh tim penguji, antara lain nasi putih, ayam geprek dengan tingkat kematangan yang pas, serta es teh sebagai minuman penyegar. Penilaian tidak hanya diambil dari rasa masakan saja, melainkan juga dari cara kerja, kebersihan proses memasak, hingga kreativitas dalam menyajikan hidangan di atas meja.
Manfaat dari kegiatan TKK Memasak ini sangat dirasakan oleh para peserta, terutama dalam melatih kemandirian dan kerja sama tim. Selain mengasah hard skill dalam seni kuliner, kegiatan ini juga melatih soft skill seperti manajemen waktu, pembagian tugas yang adil, serta kesabaran dalam menghadapi situasi di dapur. Keterampilan memasak ini tentu menjadi bekal berharga bagi para siswa yang kelak akan hidup mandiri atau ketika mereka terjun dalam kegiatan perkemahan di alam terbuka.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pihak gugusdepan SMA Islam Sidoarjo berencana untuk mengadakan festival kuliner internal atau bazar Pramuka dalam waktu dekat. Hasil dari ujian kecakapan ini akan dievaluasi, dan anggota yang dinyatakan lulus serta berhak memakai TKK Memasak diharapkan dapat menjadi mentor bagi adik-adik kelasnya. Selain itu, keterampilan ini nantinya akan diterapkan secara nyata dalam agenda perkemahan besar yang akan datang.
“Awalnya tegang takut ayamnya gosong atau nasinya keras, tapi seru banget! Kami belajar bagaimana caranya tetap tenang walau dikejar durasi waktu. Kebersamaan saat makan hasil masakan sendiri itu yang paling tidak bisa dilupakan,” ungkap Sultan salah satu perwakilan peserta dengan penuh kegembiraan.

















