PRAMUKA.ID – Kreativitas dan semangat juang Praja Muda Karana ditunjukkan siswa-siswi Penggalang Gugusdepan 17.015–17.016 pangkalan SD Inpres 3/77 Masago dalam mengikuti perlombaan Tari Kreasi Semaphore pada rangkaian kegiatan Lomba Tingkat (LT) II Kwartir Ranting (Kwarran) Patimpeng, (Kamis, 13/08/2026).
Bertempat di Lapangan Olahraga Latobang, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, para Penggalang SD Inpres 3/77 Masago tampil penuh percaya diri dengan memadukan gerakan semaphore dengan kreasi tari yang dinamis, walau dengan lagu dan nada yang terputus-putus akibat kesalahan tehnis sound system. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk semangat kreativitas peserta dalam mengembangkan kreasi keterampilan kepramukaan.
Dengan gerakan yang dilakukan secara kompak dan penuh semangat, para peserta berusaha memberikan penampilan terbaik di hadapan dewan juri, penonton dan peserta LT-II lainnya. Setiap gerakan semaphore tidak hanya membutuhkan ketepatan, tetapi juga konsentrasi, kekompakan, keberanian, dan kemampuan bekerja sama dalam satu regu.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepsek SD Inpres 3/77 Masago selaku Ketua Mabigus 17.015–17.016, kak A. Massaressung, S.Pd. Ia menilai kegiatan LT-II menjadi kesempatan berharga bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Kami bangga melihat anak-anak berani tampil dan menunjukkan kreativitasnya. Tari kreasi semaphore bukan hanya tentang gerakan, tetapi juga melatih kekompakan, disiplin, konsentrasi dan keberanian. Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Pramuka,” ungkap kak A. Massaressung
Sementara itu, Pembina Pramuka gudep 17.016, kakak Anna Marianna, S.Pd.Gr, mengaku bangga dengan perjuangan dan semangat anak didiknya selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, proses latihan hingga tampil di hadapan penonton dan dewan juri memberikan pengalaman yang sangat berarti bagi para Penggalang.
“Saya sangat senang melihat semangat adik-adik. Mereka sudah berusaha tampil sebaik mungkin dan menunjukkan kekompakan regu. Apapun hasil akhirnya, keberanian mereka untuk tampil, berproses dan saling mendukung adalah sebuah prestasi tersendiri,” tutur kak Anna.
Tari kreasi semaphore menjadi bukti bahwa kegiatan kepramukaan dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, sekaligus mendidik. Dari gerakan tangan yang sederhana, para Penggalang belajar menyampaikan pesan, menjaga kekompakan, membangun kepercayaan diri, serta menghargai kerja sama.
Bagi Pramuka Penggalang SD Inpres 3/77 Masago, panggung LT-II bukan sekadar tempat berlomba. Di sanalah keberanian diuji, kreativitas ditampilkan, kekompakan dibuktikan, dan pengalaman ditanamkan sebagai bekal untuk melangkah menjadi generasi muda yang tangguh dan berkarakter.
Pewarta: Yusran AY.NS (Andalan Sakoma, Kwarda Sulsel / ISJ Sulsel #2109)






















