PRAMUKA.ID — Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menerima kunjungan delegasi World Organization of the Scout Movement (WOSM) dalam agenda courtesy call yang berlangsung di Ruang Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dan dukungan bagi Gerakan Pramuka, baik dalam aspek program maupun finansial.
Mewakili Kwarnas Gerakan Pramuka, hadir Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri, Mayjen TNI (Purn.) Toto Siswanto, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat, Humas, dan Informatika, Mayjen TNI Mar. (Purn.) Yuniar Ludfi, Wakil Kepala Pusdiklatnas, Laiyin Nento, serta Andalan Nasional Kerja Sama Luar Negeri Prakoso Permono, Ph.D.
Sementara itu, delegasi WOSM dipimpin oleh Sam Williams, WOSM Global Director for External Relations, Partnership, and Business Development, Jose Rizal Pangilinan, Regional Director of WOSM Asia-Pacific Region, dan Arjay Cameros, Education and Impact Manager of WOSM.
Dalam sambutannya, Sekjen Kwarnas menyampaikan bahwa kunjungan WOSM merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan antara kedua organisasi sekaligus mendiskusikan berbagai peluang kemitraan ke depan.
“Kedatangan WOSM hari ini merupakan kunjungan penting untuk mendiskusikan peluang dukungan dan kemitraan bagi Gerakan Pramuka, sekaligus menjajaki kesepakatan terkait WOSM Registration Fee,” ujar Kak Bachtiar.
Pada kesempatan tersebut, Kak Bachtiar juga memaparkan berbagai persiapan menuju Jambore Nasional XII Tahun 2026 yang akan menjadi kegiatan besar Gerakan Pramuka tahun ini. Menurutnya, Jambore Nasional dirancang sebagai kegiatan yang menarik, edukatif, dan menantang para peserta dari seluruh Indonesia.
Berbagai aktivitas yang akan diselenggarakan antara lain kegiatan petualangan, olahraga air di Danau Cibubur, panahan, bushcraft, Scouts for SDGs, Malam Budaya, Festival Kuliner, hingga kunjungan edukatif ke sejumlah destinasi di Jakarta seperti Monumen Nasional dan Trans Studio.
“Jambore Nasional tahun ini juga berkontribusi terhadap agenda nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan, yang menjadi tema utama kegiatan,” kata Sekjen.
Menanggapi paparan tersebut, Mr. Sam Williams menyampaikan apresiasi atas peran strategis Gerakan Pramuka dalam gerakan kepramukaan dunia. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi yang sangat penting bagi WOSM sebagai organisasi kepramukaan nasional dengan jumlah anggota terbesar di dunia.
“Banyak perhatian dunia tertuju pada Indonesia karena berbagai hal yang penting, termasuk jumlah anggota dan besarnya negara ini. Karena itu, kunjungan hari ini sangat penting bagi WOSM,” ujarnya.
Sam juga menyampaikan harapan agar hubungan antara WOSM dan Gerakan Pramuka dapat semakin erat melalui berbagai bentuk kolaborasi yang saling menguatkan.
“Kami berada di sini untuk memberikan dukungan, memperkuat kemitraan, dan persahabatan. Kami berharap dapat bekerja sama lebih erat dengan Gerakan Pramuka untuk mengeksplorasi berbagai peluang baru dan mengolaborasikan program-program yang relevan, termasuk di bidang ketahanan pangan,” katanya.
Sebagai bagian dari kunjungan tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka mengajak delegasi WOSM untuk meninjau Global Integrated Farming Area yang berada di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur. Lokasi tersebut akan menjadi salah satu wahana pembelajaran bagi peserta Jambore Nasional XII untuk mempelajari praktik ketahanan pangan secara langsung.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dan WOSM, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pengembangan pendidikan kepanduan dan pemberdayaan generasi muda di Indonesia maupun dunia.
PusdatinKN






















