PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyelenggarakan audiensi bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor untuk mendiskusikan rencana produksi film yang berjudul “Sayap Kecil Praja Muda Karana”. Audiensi ini dilaksanakan di Ruang Rapat A Lantai 2, Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat pada Jumat (27/02/2026).
Audiensi ini dipimpin oleh Waka Kwarnas Bidang Binamuda Kak Dr. Sigit Muryono, M.Pd., Kons., yang didampingi oleh Waka Kwarnas Bidang Abdimas, Lingkungan Hidup, Kehumasan, dan Informatika Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, dan dihadiri oleh Kepala Pusdatin Kwarnas Kak Ria Yusnita, Karo Binamuda Kwarnas Kak Desi Ampriani, M.Ikom., Karo Binawasa Kwarnas Kak Teguh Prihatmono, S.IP., Karo Orgakum Renbang Kwarnas Kak Agus A Rifai, S.Pd., Karo Abdimas, LH, Humasinfo Kwarnas Kak Haerudin, S.P., dan Ketua Kwarcab Kabupaten Bogor Kak Agus Ridallah, S.H., M.H., M.Pd., serta 16 perwakilan Kwarcab Kabupaten Bogor lainnya.
Director film “Sayap Kecil Praja Muda Karana”, Hendra Adi Ramadhan (Hendra Lee) dan tim produksi memiliki target film ini dapat menjadi edukasi dan inspirasi bagi yang menonton.
“Kami berharap film ini bisa menjadi edukasi dan inspirasi untuk yang menonton khususnya anak-anak, agar bisa mengubah pola pikir mereka agar dapat lebih bijak dalam bertindak, bisa memilih apa yang harus dilakukan, cara menyelesaikan masalah ketika mendapatkan tantangan,” ujar Hendra Lee.
Selain menjadi tontonan yang menghibur dan mengedukasi, film ini juga akan mengenalkan beberapa budaya dan harapannya bisa hingga ke mancanegara, diantaranya budaya Gejog Lesung dan Upacara Seren Taun. Hendra juga menegaskan bahwa film ini akan timeless, sehingga tetap relevan jika ditonton dalam beberapa tahun ke depan. Film layar lebar ini juga akan dikemas dengan tidak membosankan, namun tetap dilapisi dengan beragam edukasi.
Kepala Pusdatin Kwarnas, Kak Ria Yusnita memberikan saran agar film ini tidak melupakan komersialnya.
“Meskipun film ini menekankan edukasi, jangan sampai filmnya membosankan, tetap dikemas dengan beberapa adegan yang membuat penonton tetap terhibur saat menonton” tegas Kak Ria.
“Sayap Kecil Praja Muda Karana” ini akan berdurasi sekitar 100 menit, dan akan mulai di produksi pada 1 Maret 2026, serta ditayangkan di layar lebar (bioskop), beberapa media streaming, dan televisi nasional. Kwarcab Kab Bogor berharap film ini menjadi tayangan yang wajib ditonton di beberapa sekolah, maupun tempat pendidikan lainnya, sehingga anak-anak yang menonton memiliki inisiatif untuk ikut kegiatan Pramuka, tanpa adanya paksaan.


















