PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terus mematangkan persiapan pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 melalui rapat koordinasi yang membahas aspek administrasi pendaftaran, layanan peserta, serta kesiapan perkemahan.
Rapat yang dipandu oleh Kak Samsul Huda ini menekankan pentingnya penyederhanaan petunjuk teknis (juknis) agar mudah dipahami oleh seluruh jajaran Kwartir Daerah (Kwarda) dan Kwartir Cabang (Kwarcab). Selain itu, juknis administrasi pendaftaran akan diintegrasikan dengan bidang keuangan guna memastikan efisiensi dan keterpaduan proses.
Dalam paparannya, Kak Iqbal menjelaskan bahwa sistem pendaftaran Jamnas XII 2026 akan dikelola secara terpusat oleh panitia, termasuk proses verifikasi peserta. Setiap Kwarda dan Kwarcab diwajibkan menunjuk PIC atau admin kontingen yang bertanggung jawab melakukan pendaftaran anggota di wilayahnya masing-masing.
Pada tahap pendaftaran ulang di Bumi Perkemahan Cibubur, Pinkonda hanya perlu menunjukkan barcode sebagai bukti bahwa seluruh tahapan administrasi telah diselesaikan dan diverifikasi. Sementara itu, pembagian kit peserta akan disalurkan kepada perwakilan Pinkonda yang telah terdaftar, termasuk Nomor Tanda Anggota (NTA).
Untuk mendukung kelancaran layanan, panitia juga akan menerapkan sistem kupon berbasis QR untuk konsumsi dan natura, serta menetapkan diferensiasi warna pada atribut seperti ID card dan kaos guna memudahkan identifikasi peserta.
Masukan strategis turut disampaikan oleh Kak Acep Sumantri, yang menegaskan bahwa seluruh kontingen wajib mengunggah bukti pembayaran dan kelengkapan administrasi sebelum pelaksanaan pendaftaran ulang. Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi aplikasi AyoPramuka agar mampu menampilkan data peserta secara detail, termasuk lokasi subcamp dan nomor kavling, serta menjamin keamanan data selama pelaksanaan Jamnas.
Panitia juga memberikan perhatian khusus kepada peserta Gugus Depan Luar Negeri, yang diberikan kelonggaran waktu pendaftaran mengingat kendala administratif seperti kepemilikan KTA.
Di sisi infrastruktur, Kak Wildan menyampaikan rencana kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan untuk memperkuat jaringan internet selama kegiatan berlangsung. Hal ini diharapkan dapat mendukung operasional digital, termasuk sistem pendaftaran dan layanan peserta.
Sementara itu, Kak Yuli mengusulkan agar distribusi kit dilakukan 3 hingga 5 hari sebelum pelaksanaan di Tempat Registrasi Wilayah (TRW). Pendaftaran ulang peserta dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Agustus, sekaligus untuk distribusi kupon konsumsi dan surat izin masuk perkemahan.
Sebagai tindak lanjut rapat, panitia menetapkan beberapa langkah strategis, antara lain penetapan warna kit bagi setiap unsur kontingen, penyempurnaan tahapan pendaftaran, serta penetapan batas akhir pendaftaran peserta NSO pada 31 Mei 2026. Kebutuhan Liaison Officer (LO) untuk peserta NSO juga akan disesuaikan dengan jumlah kontingen yang terdaftar.
Rapat ditutup pada pukul 15.45 WIB oleh Kak Samsul dengan penegasan bahwa seluruh bidang diharapkan terus berkoordinasi aktif guna memastikan kesiapan Jamnas XII 2026 berjalan optimal.
Pada kesempatan terpisah, melalui Rapat Binkemin I, bidang perkemahan juga mulai mempersiapkan juknis teknis, kebutuhan personel, serta konsep perkemahan yang nyaman dan terstruktur. Evaluasi harian terhadap dinamika lapangan juga akan menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan kegiatan.
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka optimistis bahwa dengan sinergi seluruh unsur panitia dan dukungan Kwarda serta Kwarcab, Jamnas XII 2026 akan terselenggara dengan baik, tertib, dan memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta dari seluruh Indonesia maupun luar negeri.





















