PRAMUKA.ID – Tangerang, Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Waseso menegaskan pentingnya penguatan Gugus Depan sebagai fondasi utama pendidikan kepramukaan dalam membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, dan berkarakter.
Hal itu disampaikan Budi Waseso saat membuka Kursus Pengelola Gugus Depan dan Penataran Pelatih Pencak Silat Nasional untuk Sekolah Nasional Terintegrasi di Tangerang, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI sekaligus Ketua Umum IPSI Sugiono serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Dalam sambutannya, Budi Waseso menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas sinergi yang dibangun bersama Gerakan Pramuka. Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang memiliki karakter kuat dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Jika kita berbicara tentang fondasi Gerakan Pramuka, maka kita sedang berbicara tentang Gugus Depan yang merupakan jantung dari organisasi ini,” ujar Budi Waseso.
Ia menjelaskan, Gugus Depan merupakan tempat berlangsungnya proses pendidikan kepramukaan secara nyata dan berkesinambungan. Di lingkungan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak cukup diberikan melalui teori di ruang kelas. Pendidikan karakter justru tumbuh melalui kebiasaan, pengalaman langsung, kegiatan di alam terbuka, serta keteladanan para pembina.
Saat ini, Gerakan Pramuka memiliki kekuatan yang sangat besar. Budi Waseso menyebut terdapat 427.388 Gugus Depan yang berpangkalan di lingkungan satuan pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi dan tersebar di seluruh Indonesia. Kekuatan tersebut mencakup sekitar 25 juta anggota.
Besarnya jumlah tersebut, lanjutnya, tidak semata-mata menjadi kekuatan secara kuantitatif, tetapi juga merupakan kekuatan moral dan pendidikan karakter yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pendidikan formal dan pendidikan kepramukaan. Sekolah memberikan pengetahuan dan keterampilan akademik, sementara Gerakan Pramuka memperkuat nilai kedisiplinan, kemandirian, pengambilan keputusan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
“Pendidikan kepramukaan perlu dipandang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri,” tegasnya.
Gugus Depan Jadi Pionir Sekolah Nasional Terintegrasi
Budi Waseso juga menyebut kehadiran program Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai langkah strategis yang digagas pemerintah. Melalui program tersebut, Gugus Depan di lingkungan Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan mampu menjadi pionir yang unggul dan adaptif terhadap kebutuhan serta perkembangan zaman.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menghidupkan nilai-nilai kepramukaan dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan, aman, sekaligus mampu membentuk karakter unggul.
“Dari bilik-bilik sekolah itulah karakter bangsa dibangun, kepemimpinan dilatih, rasa tanggung jawab ditanamkan, dan generasi masa depan menuju visi Indonesia Emas 2045 sedang dipersiapkan,” katanya.
Menutup sambutannya, Budi Waseso berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi.
Ia juga kembali menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti beserta seluruh jajaran Kemendikdasmen atas kolaborasi yang telah dibangun bersama Gerakan Pramuka.
Pewarta: Yudhi Wahyudi
Foto: Herianda / Yudhi Wahyudi

































