PRAMUKA.ID – Denpasar, – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali melalui Bidang SAKOMA (Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma) secara resmi memulai rangkaian kegiatan Audiensi Kemitraan Satuan Karya (Saka) serta Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu Tahun 2026.
Langkah strategis yang diinisiasi pada Senin (12/10/2026) ini bertujuan untuk mengoptimalkan tata kelola pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, serta memperkuat kolaborasi bersama 14 instansi pemerintah pengampu Saka di tingkat Provinsi Bali dan 9 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Bali.
Sesi audiensi perdana digelar secara maraton dengan mengunjungi dua instansi kunci pengampu bidang pendidikan, literasi, dan kepariwisataan di Provinsi Bali.
Pada kunjungan pertama, tim Kwarda Bali diterima secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Dwi Suwariantha, S.ST., M.A.P., beserta jajaran di Kantor Disdikpora Provinsi Bali, Denpasar.
Audiensi ini memfokuskan pembahasan pada penguatan Saka Widya Budaya Bakti yang menaungi bidang pendidikan, kepemudaan, dan literasi. Agenda utama meliputi restrukturisasi Majelis Pembimbing (Mabi) dan Pimpinan Saka Daerah Bali di mana Kepala Disdikpora Prov. Bali menjabat sebagai Ketua Mabi Saka.
Selain itu, dibahas penguatan lima Krida Kejuruan:
1. Krida Pendidikan Masyarakat: Edukasi keaksaraan, literasi digital, dan keterampilan vokasional.
2. Krida PAUD: Pendampingan dan penguatan karakter anak usia dini.
3. Krida Bina Nilai Budaya & Tradisi: Pendidikan karakter berbasis budaya Bali dan tradisi musyawarah.
4. Krida Seni, Film & Literasi: Pembuatan media edukasi dan konten kreatif positif.
Kerja sama ini juga mematangkan rencana pembaharuan Nota Kesepahaman (MoU) Kemitraan serta penetapan Pamong dan Instruktur Saka dari unsur pejabat teknis Disdikpora dan guru SMK/SMA se-Bali.
Pada sesi berikutnya, Kwarda Bali bertandang ke Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan diterima oleh Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan SDM Dispar Bali, I Ngurah Bagus Gede Pasek Wira Kusuma, beserta jajarannya.
Pertemuan tersebut mematangkan peran Saka Pariwisata dalam mendukung program pariwisata berkelanjutan dan edukasi Sadar Wisata. Pembinaan akan difokuskan pada tiga krida utama:
1. Krida Pemanduan Wisata: Keterampilan tour guiding, penyampaian narasi sejarah/budaya (storytelling), dan bahasa asing.
2. Krida Kuliner Wisata: Tata hidang, higienitas, dan promosi kuliner tradisional khas Bali.
3. Krida Penyuluhan Pariwisata: Kampanye Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan) dan digital branding destinasi Bali.
Kedua belah pihak menyepakati integrasi Pramuka Penegak/Pandega dalam berbagai event kepariwisataan daerah serta perumusan MoU dan pengangkatan praktisi asosiasi (HPI, PHRI, ASITA) sebagai Instruktur Saka.
Ketua Waka Bidang SAKOMA Kwarda Bali, Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes., menegaskan bahwa Satuan Karya Pramuka memiliki posisi vital sebagai jembatan persiapan karier dan pengabdian nyata generasi muda kepada masyarakat.
“Guna mengoptimalkan peran Saka sebagai sarana persiapan karier generasi muda, diperlukan kolaborasi solid dan berkesinambungan antara Kwarda Bali, Kwarcab se-Bali, serta Instansi Pengampu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kami menginisiasi audiensi terpadu ini untuk menyapa 14 Instansi Pembina dan 9 Kwarcab se-Bali,” ujar Komang Agusjaya Mataram.
Sementara itu, Sekretaris Bidang SAKOMA Kwarda Bali, Rudianto, menambahkan bahwa rangkaian Monev Terpadu ini ditargetkan mampu menyelesaikan inventarisasi kendala pangkalan, memperbarui SK legalitas organisasi, serta menyusun peta jalan (roadmap) kegiatan kolaboratif yang selaras dengan program pembangunan Pemprov Bali.
Rangkaian audiensi dan pengukuhan ini memiliki landasan hukum yang kuat, mengacu pada UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, UU No. 20 Tahun 2003 (Sisdiknas), UU No. 10 Tahun 2009 (Kepariwisataan), serta Petunjuk Penyelenggaraan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 003 Tahun 2021.
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali


















