PRAMUKA.ID – Surabaya, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur sekaligus Gubernur Jawa Timur, Kak Dr. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., mengajak Gerakan Pramuka Jawa Timur memperkuat karakter, keterampilan, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Pesan Kak Khofifah disampaikan oleh Ketua Kwarda Pramuka Jatim Kak Arum Sabil pada Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya Rabu (2/9/2026).
Kak Arum Sabil menyampaikan Sambutan Gubernur jawatimur , bahwa 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka bukan sekadar perjalanan organisasi, tetapi bagian penting dari pendidikan karakter dan pembentukan kader bangsa. Tema tahun ini, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045,” dinilai relevan dengan tantangan generasi muda di tengah perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan dunia kerja, dan persaingan global. Generasi muda harus memiliki karakter, tangguh, adaptif, mampu bekerja sama, peduli, dan bertanggung jawab.
Ia menekankan agar Tri Satya dan Dasa Darma tetap menjadi fondasi, sementara penerapannya terus berkembang mengikuti zaman. Pramuka, kata dia, harus membentuk generasi yang tidak hanya mampu melihat persoalan, tetapi berani mengambil peran untuk menyelesaikannya.
“Saya ingin Adik-Adik Pramuka ketika melihat persoalan tidak bertanya, ‘Siapa yang akan menyelesaikan?’, tetapi bertanya, ‘Apa yang bisa saya lakukan?’” tegasnya.
Keberhasilan Gerakan Pramuka tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, karya dan pengabdian harus terus menjadi jejak Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarda Jatim menegaskan komitmen Kwarda Jatim memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai elemen masyarakat.
Menurut Kak Arum, kampus merupakan ruang pengembangan ilmu, riset, inovasi, dan gagasan, sedangkan Pramuka menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial.
“Generasi masa depan tidak cukup hanya cerdas untuk menjawab zamannya, tetapi juga harus memiliki karakter untuk menjaga arah bangsanya,” katanya.
Kwarda Jatim mengapresiasi Unesa yang memberikan kesempatan beasiswa kepada Pramuka berprestasi untuk menempuh pendidikan selama delapan semester secara gratis. Kerja sama serupa juga terus dikembangkan dengan Universitas Airlangga, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, dan perguruan tinggi lainnya.
Apel Hari Pramuka ke-65 di Unesa diikuti 2.156 anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kwarda Jatim juga menggelar Bulan Bakti Pramuka secara serentak di berbagai daerah. Kegiatannya meliputi aksi bersih lingkungan, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan berbagai kegiatan sosial melalui kolaborasi dengan TNI, Polri, PMI, Baznas, HKTI, serta elemen masyarakat lainnya.
Pada 2026, Kwarda Jatim turut menggelorakan Gerakan 1.000 Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
“Bagi kami, membangun rumah bukan sekadar menegakkan dinding dan menutup atap. Kita sedang membangun martabat, menumbuhkan harapan, dan menyalakan kembali semangat kehidupan,” ujar Kak Arum Sabil.
Di Bidang kemandirian pangan, Kwarda Jatim mendorong gerakan Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan, yang mampu menjadi ruang pembelajaran dan praktik bagi generasi muda.
Selain itu, sebanyak 1.537 anggota Kontingen Jawa Timur telah mengikuti Jambore Nasional 2026 sebagai bagian dari penguatan pengalaman, kecapakan bagi Pramuka Penggalang.
Pewarta: Pusdatin Kwarda Jatim





















