PRAMUKA.ID – Gerakan Pramuka Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan program Ticket to Life sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan kaum muda. Komitmen tersebut tercermin melalui keikutsertaan perwakilan Gerakan Pramuka dalam Rapat Koordinasi Ticket to Life Asia-Pasifik yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (6/11/2026).
Rapat koordinasi ini diikuti oleh para National Coordinator Ticket to Life dari berbagai National Scout Organization (NSO) di kawasan Asia-Pasifik. Gerakan Pramuka Indonesia diwakili oleh Kak Riski Dwi Amanda selaku National Coordinator Ticket to Life Gerakan Pramuka Indonesia dan Kak Prakoso Permono, Ph.D. selaku Andalan Nasional Kerja Sama Luar Negeri Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi masing-masing negara untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan program Ticket to Life, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai tantangan dalam menjalankan program di wilayah masing-masing. Dalam kesempatan ini, perwakilan Gerakan Pramuka Indonesia turut mempresentasikan perkembangan dan berbagai aktivitas Ticket to Life yang telah dilaksanakan di Indonesia.
Selain pemaparan perkembangan program, rapat juga membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan tahun 2026 atau TTL Report 2026 serta perencanaan kegiatan masing-masing unit untuk tahun 2027 melalui Troop Plan 2027. Pembahasan ini diharapkan dapat membantu setiap unit menyusun program yang lebih terarah sekaligus memastikan keberlanjutan pelaksanaan Ticket to Life di kawasan Asia-Pasifik. Diketahui Indonesia telah memiliki 11 unit program Ticket to Life dengan lebih dari 350 anak dan orang muda sebagai penerima manfaatnya.
Perkembangan aktivitas Ticket to Life Gerakan Pramuka Indonesia juga mendapat ruang publikasi melalui akun Facebook APR Ticket to Life Project. Publikasi tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kegiatan dan kontribusi Gerakan Pramuka Indonesia dalam pelaksanaan program kepada jejaring kepramukaan di kawasan Asia-Pasifik.
Pada akhir sesi, para National Coordinator mendapatkan apresiasi atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi mereka selama ini dalam mendampingi serta mendidik anak-anak dan kaum muda melalui program Ticket to Life. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas upaya bersama dalam menghadirkan kesempatan bagi anak-anak dan kaum muda untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi diri melalui pendidikan kepramukaan.
Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi, hasil pembahasan akan disampaikan dan dikoordinasikan bersama seluruh Troop Leader Ticket to Life Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara koordinator nasional dan para pemimpin unit dalam menjalankan program ke depan.
Melalui keikutsertaan dalam koordinasi tingkat Asia-Pasifik ini, Gerakan Pramuka Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program Ticket to Life. Dengan koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan, program ini diharapkan semakin memberikan manfaat serta membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak dan kaum muda yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh pendidikan kepramukaan.
PusdatinKN/KL

















