PRAMUKA.ID – Semangat pengabdian ditunjukkan oleh salah satu anggota Pramuka Penggalang dari pangkalan SD Inpres 3/77 Masago. Di saat sebagian besar pelajar merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga, satu anggota penggalang ini justru terjun ke lapangan dan sukses meraih Badge Karya Bakti Lebaran (KBL) serta Piagam Penghargaan KBL.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata sang penggalang dalam aksi sosial membantu masyarakat dibulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri .
Adalah A.Irnaura Nadya Sarasvathy, anggota Pramuka Penggalang SD Inpres 3/77 Masago yang ikut serta dalam giat aksi sosial Saka Tarunabumi yang bertajuk Fisabilillah XIII. Setiap yang dilakukan A.Irnaura, selalu rutin dilaporkan ke aplikasi AyoPramuka Kwarnas.
Meraih Badge KBL bukanlah perkara mudah bagi seorang penggalang tingkat sekolah dasar. Hal ini memerlukan kesiapan fisik, mental, dan izin khusus untuk ikut membantu para senior di Saka Tarunabumi dalam aksi sosial Fisabilillah XIII. Aksi ini merupakan implementasi nyata dari Tri Satya Pramuka, yaitu menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Menurut kakak Andi Elya Azis selaku instruktur Saka Tarunabumi Patimpeng bahwa pemberian dan penyematan badge serta Piagam ini menandakan bahwa yang bersangkutan telah memenuhi kriteria:
1. Keaktifan: Turut serta dalam distribusi bantuan sosial selama Ramadhan sampai menjelang Idul Fitri.
2. Disiplin: Mematuhi instruksi dari kakak Pamong/instruktur maupun sangga kerja.
3. Etika: Menunjukkan sikap sopan santun dan membantu masyarakat dengan tulus.
4. Kebanggaan Gugus Depan
Kakak Jamaluddin, SPd selaku Pembina Pramuka dan guru SD Inpres 3/77 Masago
mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan catatan positif bagi pangkalan.
”Kami sangat mengapresiasi keuletan dan ketulusan siswa kami. Meraih badge KBL di usia penggalang SD adalah bukti bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batasan umur,” ungkap kakak Jamal yang juga Pamong Saka Tarunabumi Patimpeng.
Kak Andi Elya Azis lanjut mengungkapkan bahwa keberhasil adik Irnaura ini tidak lepas dari bimbingan orangtua yang juga pengurus Saka Tarunabumi. Kak Elya pun berujar bahwa
Penggalang tangguh tidak lahir dari kemudahan, ia lahir dari tenda yang bocor, ikatan tali yang rumit, dan semangat yang tidak pernah padam.
Pewarta: Yusran AY.NS – Komisi Saka, Sako dan Gugusdarma, Kwarda Sulsel





















