PRAMUKA.ID — Semangat persaudaraan Pramuka melalui komunikasi radio dan internet mewarnai penyelenggaraan Jamboree on the Air (JOTA) Nasional ke-89 dan Jamboree on the Internet (JOTI) Nasional ke-47 Tahun 2026. Berlangsung pada 16–18 Oktober 2026, kegiatan bertema “A Peaceful and Inclusive World” ini mencatat 133.047 peserta terdaftar dan 308 stasiun berdasarkan laporan sementara melalui aplikasi AyoPramuka.
JOTA-JOTI Nasional 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso pada Jumat (16/10/2026). Selama tiga hari, Pramuka dari berbagai daerah mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh kwartir, Satuan Karya Pramuka, Satuan Komunitas Pramuka, dan gugusdepan. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk berkomunikasi, bertukar pengalaman, serta memperluas persahabatan melalui radio dan internet.
Pembukaan dan penutupan tingkat nasional dilaksanakan secara hibrida, sementara kegiatan di berbagai daerah turut meramaikan JOTA-JOTI sebagai bagian dari gerakan kepanduan dunia.
Dari Komunikasi Digital hingga Ruang Belajar Bersama
JOTA-JOTI Nasional 2026 tidak hanya menghadirkan pengalaman berkomunikasi melalui radio dan internet. Dewan Kerja Nasional juga menyelenggarakan empat sesi National Knowledge Series pada 17–18 Oktober 2026 untuk memperluas wawasan dan mendorong pertukaran pengetahuan di kalangan Pramuka.
Empat tema yang diangkat meliputi Digital Scouts for Sustainable Development, Mental Health for Scout: Jelajah Digital, Jaga Mental, Scouts Who Create Change, serta Building Connections, Sharing Experiences.
Rangkaian ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan RI, praktisi psikologi, perwakilan kepanduan dari Hong Kong, Vietnam, dan Maladewa, serta menghadirkan seluruh anggota DKN pada sesi terakhir.
Antusiasme peserta juga terlihat dalam partisipasi melalui Zoom dan YouTube. Pembukaan nasional mencatat akumulasi 34.700 partisipasi, sedangkan empat sesi National Knowledge Series mencatat 46.500 partisipasi. Secara keseluruhan, kedua rangkaian tersebut mencapai 81.200 partisipasi.
Memperluas Akses melalui AyoPramuka
Penyelenggaraan JOTA-JOTI Nasional 2026 turut memanfaatkan aplikasi AyoPramuka untuk mendukung pendaftaran peserta, pendataan stasiun, pelaporan kegiatan, dan penyaluran sertifikat. Sementara itu, jotajoti.info menjadi portal informasi untuk partisipasi dalam kegiatan JOTA-JOTI tingkat internasional.
Pemanfaatan platform digital ini mendukung pengelolaan kegiatan sekaligus memudahkan koordinasi dan pendataan partisipasi dari berbagai wilayah Indonesia.
Meski demikian, angka 133.047 peserta dan 308 stasiun masih bersifat sementara. DKN mengimbau seluruh stasiun yang telah berpartisipasi untuk menyelesaikan pelaporan melalui aplikasi AyoPramuka paling lambat 31 Oktober 2026. Pemutakhiran data tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan JOTA-JOTI berikutnya.
Koneksi yang Berlanjut Menjadi Aksi
Dalam laporan penutupan, Koordinator JOTA-JOTI Nasional 2026, Kak Riris, menyampaikan pesan bahwa koneksi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan perubahan nyata.
“Connection is just the beginning. What we do with it is what creates change.”
Pesan tersebut mengingatkan bahwa terhubung dengan Pramuka lain merupakan langkah awal. Lebih dari itu, persahabatan yang terjalin dapat menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pada Minggu (18/10/2026), kegiatan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.IP., S.H., M.AP., yang mewakili Ketua Kwartir Nasional.
Berakhirnya JOTA-JOTI Nasional 2026 menjadi penutup rangkaian kegiatan selama tiga hari, sekaligus pengingat bahwa semangat “A Peaceful and Inclusive World” dapat terus diwujudkan melalui komunikasi yang terbuka, penghargaan terhadap keberagaman, dan kolaborasi lintas wilayah maupun negara.
Sebab, satu sapaan dapat membuka percakapan, satu percakapan dapat membangun persahabatan, dan persahabatan dapat menjadi awal dari perubahan.
Penulis : PusdatinKN



















