PRAMUKA.ID – Denpasar – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali terus melebarkan jangkauan kemitraan strategisnya. Kali ini, jajaran Pengurus Kwarda Bali menggelar audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali di Denpasar, Senin (19/10/2026). Audiensi ini difokuskan pada penguatan edukasi kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga melalui Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (SBH).
Kedatangan jajaran Kwarda Bali disambut hangat oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Komang Perdana, M.A.P. Dalam sambutannya, dr. Komang Perdana menyambut baik kunjungan silaturahmi ini dan menegaskan komitmen Dinkes Bali untuk menyinergikan program-program kesehatan prioritas daerah ke dalam pembinaan kepramukaan.
Sinergi ini menyasar pengintegrasian program strategis Provinsi Bali, seperti Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), percepatan penurunan angka stunting, pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD), penanggulangan HIV/AIDS, hingga edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja.
Wakil Ketua Kwarda Bali Bidang SAKOMA (Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma), Kak Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram, M.Kes., menyampaikan bahwa Pramuka Penegak dan Pandega memiliki potensi besar sebagai agen perubahan (agent of change) di bidang kesehatan lingkungan dan keluarga.
“Guna mewujudkan krama Bali yang sehat dan unggul, Bidang SAKOMA Kwarda Bali menginisiasi kolaborasi aktif bersama Dinas Kesehatan. Melalui Saka Bakti Husada, anggota Pramuka dibekali keterampilan praktis agar mampu menjadi duta kesehatan di sekolah, pangkalan Gugus Depan, hingga lingkungan masyarakat,” ujar Kak Dr. Ir. I Komang Agusjaya Mataram.
Dalam pertemuan tersebut, Kwarda Bali dan Dinkes Provinsi Bali sepakat untuk memperkuat pelatihan dan pembinaan berkesinambungan pada 6 (enam) Krida Kejuruan Utama Saka Bakti Husada:
– Krida Bina Lingkungan Sehat: Pelatihan juru pemantau jentik (PSN/Jumantik), penataan sanitasi dasar, serta pengawasan kualitas air bersih.
– Krida Bina Keluarga Sehat: Edukasi pendampingan kesehatan keluarga, pencegahan stunting, pemantauan gizi seimbang, dan edukasi kesehatan ibu dan anak.
– Krida Penanggulangan Penyakit: Pelatihan deteksi dini penyakit menular (DBD, TBC, Rabies) dan penyakit tidak menular (Diabetes, Hipertensi), serta promosi imunisasi.
– Krida Bina Gizi: Pembekalan konsep Piring Makanku (gizi seimbang), pencegahan anemia pada remaja putri, dan penilaian status gizi mandiri.
– Krida Bina Obat: Edukasi penggunaan obat rasional melalui gerakan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang), pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta pencegahan penyalahgunaan NAPZA.
– Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Kampanye PHBS di sekolah/Gudep, gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pengawasan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Sekretaris Bidang SAKOMA Kwarda Bali, Kak Rudianto, menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari penataan dan inventarisasi pangkalan Saka se-Bali agar memiliki legalitas terjamin serta program kerja yang terukur.
“Melalui ruang komunikasi dan koordinasi yang intensif ini, kami ingin memastikan tata kelola pembinaan SAKOMA di Provinsi Bali semakin tertib dan berkesinambungan. Kerja sama dengan Dinas Kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan Pramuka selalu berorientasi pada pengabdian dan solusi kesehatan bagi krama Bali,” jelas Kak Rudianto.




















