PRAMUKA.ID – Suasana penuh khidmat dan rasa bangga yang tinggi mewarnai penutupan Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka golongan Penggalang yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kahu, (Selasa, 6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 6 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta untuk memperkuat kompetensi, wawasan, dan komitmen dalam membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
KMD ini diikuti sebanyak 44 peserta, terdiri atas 8 peserta putra dan 36 peserta putri. Selama mengikuti rangkaian kursus, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar pembinaan kepramukaan, Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, keterampilan membina peserta didik, serta berbagai pengalaman praktik yang menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai Pembina Pramuka di gugus depan masing-masing.
Penutupan kursus mahir ini secara resmi dilakukan oleh Kepala Pusdiklatcab Bone, kakak Muhammad Yunus, S.Pd.I., LG. Acara penutupan tersebut turut dihadiri Camat Kahu, kakak Andi Pasenringi, SKM., M.Epid., selaku Ketua Mabiran Kahu beserta jajaran, dan kakak Dra. Andi Sukmawati AZ, MSi, LG selaku Ketua Kwarran Kahu. Hadir pula para Andalan Ranting, Mabigus, Pembina Pramuka, Dewan Kerja Ranting (DKR) Kahu, serta para Pelatih Pramuka dari Pusdiklatcab Bone dan para peserta KMD yang telah dinyatakan lulus semua.
Kepala Pusdiklatcab Bone, kakak Muhammad Yunus, S.Pd.I., LG, memberikan motivasi kepada seluruh peserta yang telah lulus agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan KMD. Ia mengingatkan bahwa seorang Pembina Pramuka harus terus meningkatkan kapasitas diri, karena tantangan pembinaan generasi muda terus berkembang seiring perubahan zaman.
“Jangan berhenti pada KMD. Teruslah belajar, berlatih, dan mengembangkan diri. Pembina yang hebat bukan hanya yang menguasai materi, tetapi yang mampu menjadi teladan dan menginspirasi peserta didiknya untuk menjadi manusia yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Mabiran Kahu, kakak Andi Pasenringi, SKM., M.Epid., menegaskan bahwa selesainya KMD bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kursus harus diterapkan secara nyata di gugus depan agar Pramuka semakin mampu membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, peduli, dan memiliki semangat kebangsaan.
“KMD bukan sekadar mendapatkan sertifikat, tetapi merupakan amanah untuk mengabdikan ilmu kepada generasi muda. Jadilah Pembina yang hadir, memberi teladan, membimbing dengan hati, dan mampu menyalakan semangat peserta didik untuk terus berkarya,” pesannya.
Penutupan KMD Kwarran Kahu akhirnya menjadi sebuah refleksi bersama bahwa Gerakan Pramuka membutuhkan Pembina yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki ketulusan dalam mengabdi. Dari Kwarran Kahu, 44 peserta KMD diharapkan mampu membawa semangat baru ke gugus depan masing-masing dan menjadi pelita yang menerangi jalan generasi muda menuju masa depan yang berkarakter, mandiri, terampil, dan berjiwa pengabdian.
KMD Kwartir ranting Kahu berakhir, tetapi pengabdian baru saja dimulai. Sebab, setiap Pembina yang mau belajar, mau membimbing, dan mau menjadi teladan, sesungguhnya sedang menanam benih kebaikan untuk masa depan bangsa.
Pewarta: Yusran AY.NS (Saka Tarunabumi / ISJ Sulsel #2109)





















