PRAMUKA.ID – Sore hari menjadi momen penuh makna bagi para peserta Kursus Mahir Dasar (KMD) Pembina Pramuka yang diselenggarakan Kwartir Ranting (Kwarran) Kahu. Selasa, 6 Oktober 2026, menjelang berakhirnya rangkaian KMD, peserta mengikuti Open Session sebagai ruang terbuka untuk melakukan refleksi, menyampaikan kesan dan pesan, sekaligus mengevaluasi perjalanan pembelajaran yang telah mereka lalui selama mengikuti kursus.
Open Session menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian KMD karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbicara secara terbuka mengenai pengalaman, tantangan, ilmu yang diperoleh, serta harapan setelah kembali ke gugus depan masing-masing.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Peserta tidak hanya diajak mengingat kembali berbagai materi yang telah diberikan oleh para pelatih, tetapi juga memahami bahwa keberhasilan seorang pembina bukan hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang dikuasai, melainkan dari seberapa besar ilmu tersebut mampu diterapkan untuk membina generasi muda.
Dalam sesi tersebut, peserta juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan berbagai masukan dan evaluasi terhadap materi dan pelaksanaan KMD. Tanya jawab dan dialog terbuka menjadikan suasana semakin hidup. Berbagai pengalaman yang disampaikan peserta menjadi pembelajaran bersama, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa menjadi Pembina Pramuka merupakan sebuah proses pengabdian yang membutuhkan keteladanan, kesabaran, kreativitas, dan kemauan untuk terus belajar.
Kepala Pusdiklatcab Bone, kakak Muhammad Yunus., SPd.i, LG dalam pesannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar KMD tidak berhenti sebagai kegiatan kursus dan sertifikat semata. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama KMD harus dibawa pulang dan diwujudkan dalam kegiatan nyata di gugus depan. Peserta diharapkan mampu menjadi pembina yang hadir, bergerak, dan memberikan keteladanan bagi peserta didik. “KMD bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Setelah kembali ke gugus depan, tunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh selama kursus mampu melahirkan kegiatan kepramukaan yang aktif, kreatif, edukatif, dan menyenangkan,” pesannya.
Sementara itu, kakak Dra. Andi Sukmawati AZ, MSi, LT selaku Ketua Kwarran Kahu memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian KMD dengan semangat dan kesungguhan. Ia mengingatkan bahwa setiap peserta memiliki tanggung jawab moral untuk membawa semangat KMD ke pangkalan masing-masing. “Jangan biarkan semangat yang tumbuh selama KMD berhenti setelah kegiatan ini selesai. Jadilah pembina yang mampu menghidupkan gugus depan, menjadi teladan bagi adik-adik Pramuka, dan terus bergerak memberikan manfaat. Karena Pramuka membutuhkan pembina yang bukan hanya tahu, tetapi mau berbuat dan mengabdi,” ungkapnya.
Open Session akhirnya menjadi momentum yang tidak sekadar menutup rangkaian pembelajaran, tetapi juga membuka lembaran baru perjalanan pengabdian para peserta sebagai Pembina Pramuka. Dari ruang KMD, lahir sebuah harapan agar para peserta mampu kembali ke gugus depan dengan membawa semangat baru, gagasan baru, dan komitmen baru. KMD boleh berakhir, tetapi proses belajar, mengabdi, dan membina tidak pernah berhenti.
Pewarta: Yusran AY.NS (Saka Tarunabumi / ISJ Sulsel #2109)






















