PRAMUKA.ID – Yogyakarta, Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta kembali menghadirkan December Traditional Odyssey (DTO) 2026, sebuah kegiatan pengembaraan yang memadukan petualangan kepramukaan, pengenalan budaya, sejarah, tradisi, serta semangat persahabatan antarpramuka dari berbagai negara.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta melalui Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Penegak dan Pandega Kota Yogyakarta ini merupakan program tahunan yang telah berlangsung sejak 1970. Pada 2026, December Traditional Odyssey memasuki penyelenggaraan ke-55 atau Lustrum, sebuah momentum penting yang menandai panjangnya tradisi dan kontribusi kegiatan tersebut dalam dunia kepramukaan.
Mengusung tema “Cosmological Axis of Yogyakarta”, DTO 2026 mengajak peserta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan filosofi Yogyakarta melalui perjalanan menyusuri kawasan yang berkaitan dengan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Sumbu tersebut merepresentasikan nilai-nilai filosofis dan identitas historis Yogyakarta, sekaligus menggambarkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dalam filosofi Jawa.
Perjalanan peserta tidak sekadar menjadi aktivitas petualangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran budaya. Peserta akan diajak menikmati berbagai pengalaman, antara lain mengunjungi Keraton Yogyakarta, Malioboro, Museum Sonobudoyo, Kotagede, Candi Prambanan, dan Tugu Yogyakarta, serta mengikuti berbagai aktivitas budaya dan kuliner khas Yogyakarta.
Salah satu pengalaman yang ditawarkan adalah Batik Craft Experience, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan batik, mulai dari menggambar pola hingga proses pewarnaan. Kegiatan ini menjadi media untuk mengenalkan filosofi, simbol, dan nilai budaya yang terkandung dalam seni batik Indonesia.
Selain itu, peserta juga akan memperoleh pengalaman mengenal kuliner tradisional Yogyakarta melalui kegiatan pembuatan Kipo dan Bakpia. Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai pengalaman menikmati kuliner, tetapi juga sebagai pembelajaran mengenai tradisi dan kekayaan kuliner lokal.
Dari sisi kepramukaan, DTO 2026 juga menghadirkan Scout Trek Experience, dengan rute pengembaraan sekitar 15 kilometer. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan fisik, ketangguhan mental, kerja sama, kepercayaan diri, serta memperkuat semangat kebersamaan antarpeserta.
Semangat persahabatan internasional juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Melalui Welcome Night, Traditional Fun Games, Focussed Group Discussion tentang Sustainable Development Goals (SDGs), hingga Wiradharma Special Night, peserta mendapatkan ruang untuk bertemu, berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring persahabatan dengan sesama anggota Gerakan Pramuka dari berbagai negara.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyambut penyelenggaraan December Traditional Odyssey 2026 sebagai sebuah inisiatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta kepada komunitas Pramuka internasional. Dukungan juga diberikan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka menyambut komunitas kepramukaan internasional di Yogyakarta.
December Traditional Odyssey 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–22 Desember 2026 untuk Paket A (7 hari 6 malam) dan 18–22 Desember 2026 untuk Paket B (5 hari 4 malam). Program ini mencakup berbagai fasilitas kegiatan, seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, perlindungan asuransi kegiatan, dokumentasi, activity badge, serta sertifikat partisipasi sesuai paket yang dipilih.
Melalui December Traditional Odyssey 2026, Yogyakarta tidak hanya menjadi tujuan perjalanan, tetapi juga ruang pembelajaran dan perjumpaan budaya. Semangat “Scouting for Peace and Friendship” tercermin melalui pengalaman bersama yang menggabungkan petualangan, pendidikan, pelestarian budaya, dan persahabatan lintas bangsa.
Momentum penyelenggaraan ke-55 ini diharapkan semakin memperkuat peran Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang terbuka terhadap keberagaman, memiliki kepedulian terhadap budaya dan lingkungan, serta mampu membangun persahabatan di tingkat nasional maupun internasional.
Pewarta: Alya – DKC Kota Yogyakarta

















