PRAMUKA.ID – Saka Tarunabumi terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi muda yang mencintai dunia pertanian sekaligus memiliki keterampilan praktis sebagai bekal masa depan. Salah satu langkah nyata tersebut dilakukan melalui pencarian dan seleksi lokasi Laboratorium Lapang Saka Tarunabumi yang nantinya akan menjadi tempat latihan bagi Pramuka khususnya Penegak yang memiliki minat dan kepedulian terhadap bidang pertanian. (Senin, 5/10/2026)
Kegiatan tahap tersebut dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Lebba Panruku, Desa Cenrana, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Lokasi ini menjadi salah satu kandidat tempat pembelajaran lapangan karena memiliki potensi untuk mendukung berbagai kegiatan pendidikan dan keterampilan pertanian, mulai dari tanaman pangan hingga hortikultura.
Dalam kegiatan tersebut hadir Mabisaka Tarunabumi, kakak Y.A. Yahya, bersama Instruktur Saka Tarunabumi, kakak Andi Elya Azis. Keduanya melakukan peninjauan sekaligus berdiskusi dengan pengurus kelompok tani terkait potensi lahan yang dapat dikembangkan sebagai laboratorium lapang. Kehadiran Saka Tarunabumi di tengah kelompok tani menjadi bentuk nyata sinergi antara gerakan Pramuka dan masyarakat tani dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada generasi muda.
Menariknya, kegiatan pencarian lokasi laboratorium lapang tersebut juga dirangkaikan dengan panen padi bersama di lahan Kelompok Tani Lebba Panruku. Momentum panen menjadi pembelajaran langsung bagi insan Pramuka bahwa pertanian bukan sekadar teori, tetapi sebuah proses panjang yang membutuhkan ketekunan, keterampilan, kerja sama dan kesabaran.
Pada kesempatan tersebut, pengurus Kelompok Tani Lebba Panruku, bapak Syamsu Mardi, SPt, turut mendampingi dan memberikan gambaran mengenai kegiatan pertanian yang dilaksanakan kelompok.
Laboratorium Lapang Saka Tarunabumi diharapkan nantinya tidak hanya menjadi tempat latihan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang praktik dan ruang tumbuh bagi Pramuka khususnya Penegak. Para peserta dapat belajar mengenal teknologi budidaya, pengelolaan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, peternakan, perkebunan, hortikultura hingga proses panen dan pengelolaan hasil pertanian.
Dengan demikian, keterampilan kepramukaan dapat dipadukan dengan keterampilan pertanian yang memiliki nilai produktif dan strategis bagi kehidupan.
Melalui langkah tersebut, Saka Tarunabumi ingin menanamkan pesan bahwa Pramuka bukan hanya belajar tentang baris-berbaris dan kegiatan lapangan, tetapi juga harus mampu membaca potensi lingkungan, berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari lahan pertanian, para Pramuka Penegak dapat belajar tentang kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab dan semangat gotong royong.
Panen padi di Kelompok Tani Lebba Panruku pun menjadi simbol yang kuat: apa yang ditanam dengan kerja keras, dirawat dengan ketekunan dan dijalankan dengan kebersamaan akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Semangat inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap anggota Saka Tarunabumi, sehingga mereka bukan hanya menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan, tetapi juga generasi yang mampu menjaga pertanian dan ketahanan pangan bangsa.
Saka Tarunabumi: belajar dari alam, berkarya di lahan, mengabdi untuk masyarakat, dan menyiapkan generasi muda menuju masa depan pertanian Indonesia
Pewarta: Yusran AY.NS (Andalan Daerah Sulsel / ISJ Sulsel #2109)























