PRAMUKA.ID – Kota Tangerang – Tantangan dunia yang berubah cepat menuntut generasi muda untuk tidak sekadar berpangku tangan. Anggota Pramuka Penegak kini dituntut memiliki kesiapan mental, keterampilan modern, serta karakter yang kuat agar mampu bersaing di kancah global.
Hal tersebut menjadi benang merah dalam sesi “Strategi Bina Masa Depan”, salah satu materi pokok dalam agenda Scout Leadership Development (SLD) 2026. Kegiatan pelatihan pengembangan kepemimpinan ini sukses digelar oleh Dewan Kerja Ranting (DKR) Tangerang Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang di Aula Kantor Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Minggu 21 Juni 2026.
Pemateri sesi tersebut, Kak Sammy Jonathan, menekankan bahwa perubahan zaman yang masif harus direspons cepat oleh generasi muda dengan cara terus meningkatkan kapasitas diri.
“Di tengah dunia yang terus berubah, Pramuka Penegak perlu terus menggali potensi dirinya. Keterampilan dan karakterlah yang menentukan siap tidaknya kita menghadapi dan menggapai masa depan yang gemilang,” ujar pria yang akrab disapa Kak Sam ini.
Kak Sam menjabarkan, sedikitnya ada beberapa soft skills wajib yang harus dikuasai Pramuka Penegak saat ini, yaitu kemampuan memecahkan masalah (problem solving), adaptasi yang tinggi terhadap perubahan, pola pikir kreatif dan kritis (critical thinking), jiwa kepemimpinan dan komunikasi yang efektif, penguasaan keterampilan digital, dan sikap (attitude) yang baik, serta kemampuan membangun jaringan (networking).
Ketua DKR Tangerang, Kak Muhammad Zainal, mengungkapkan alasan kuat di balik pemilihan materi ini. Menurutnya, perkembangan teknologi yang masif membuat materi adaptasi karier menjadi sangat relevan dengan kebutuhan penegak hari ini.
“Materi ini ingin mengingatkan Pramuka Penegak agar mulai membangun visi masa depan, mengembangkan potensi diri agar lebih unggul, membentuk karakter tangguh, serta mampu berkolaborasi,” jelas Kak Zainal.
Untuk itu, selain pemaparan materi, DKR Tangerang juga mengajak peserta untuk berdiskusi kelompok untuk merumuskan sebuah peta pikir (mind-map) tentang dampak mengikuti Gerakan Pramuka bagi perkembangan diri. Hal ini sebagai bentuk penilaian diri (self-assasment) terhadap potensi diri Pramuka Penegak.
Kak Zainal juga menambahkan, jika kesadaran merencanakan masa depan ini sudah terbangun, para Penegak diharapkan bisa menyusun program pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Gugus Depan (Gudep) masing-masing.
Sementara, Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Tangerang, Kak Megi Primagara, menjelaskan agenda SLD sebagai wadah untuk mendobrak pola pikir, mengasah kemampuan belajar (growth mindset), serta membangun kepemimpinan Pramuka Penegak. Untuk itu, Kwartir Ranting berpesan kepada DKR Tangerang untuk menekankan di kegiatan SLD 2026 ini dengan memperbanyak kegiatan konkret yang langsung menyentuh pengembangan potensi diri Pramuka Penegak.
“SLD tahun 2026 membawa penyegaran yang jauh berbeda dan jauh lebih substansial dari sekadar agenda tahunan biasa”, ujar Kak Megi.
“Di tengah realitas banyak kegiatan kepenegakan, DKR Tangerang harus bisa mengajak Pramuka Penegak untuk bertindak nyata dalam mengaktualisasikan pola pembinaan yang berkelanjutan dan berbasis inovasi sosial,” apresiasi Kak Megi atas kinerja DKR Tangerang.
Kegiatan Scout Leadership Development 2026 ini diikuti oleh 40 peserta Pramuka Penegak yang merupakan delegasi dari 7 sekolah menengah di wilayah Kota Tangerang, meliputi SMA Syekh Yusuf, SMKN 3 Kota Tangerang, SMKN 4 Kota Tangerang, SMK Gemilang Modernland, SMK LAB Business School, SMK Pancakarya, dan SMK PGRI 1 Kota Tangerang.





















