PRAMUKA.ID – Kota Kediri, Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan bagi anggota Pramuka, tetapi juga akan meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat. Sebanyak 403 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Kediri menjadi sasaran program renovasi yang akan melibatkan Gerakan Pramuka bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut mengemuka saat dilakukan peninjauan lapangan terhadap calon penerima manfaat program renovasi RTLH oleh Wakil Ketua Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin Dardak, bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 yang akan digelar di Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya meninjau langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat program renovasi. Selain melihat kondisi bangunan, mereka juga berdialog dengan keluarga penerima manfaat untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal.
Program renovasi RTLH yang akan melibatkan anggota Pramuka ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Dari total 403 rumah yang akan direnovasi, sebanyak 200 unit berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 200 unit merupakan program Pemerintah Kota Kediri, dan 3 unit Program Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil yang diwakili oleh Arumi Bachsin Dardak, menyampaikan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan wadah pengabdian masyarakat yang mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Perkemahan Wirakarya bukan sekadar kegiatan kepramukaan. Ini adalah bentuk pengabdian nyata Pramuka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam program renovasi rumah tidak layak huni, para Pramuka belajar untuk hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi yang kuat antara Gerakan Pramuka, Pemerintah Kota Kediri, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi atas dukungan Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam menyukseskan berbagai program sosial di Kota Kediri. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 yang dampaknya langsung dilaksanakan oleh masyarakat.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Perkemahan Wirakarya di Kota Kediri. Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kegiatan pendidikan karakter bagi anggota Pramuka, tetapi juga membawa manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya melalui program renovasi rumah tidak layak huni,” katanya.
Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 dirancang sebagai ajang pengabdian bagi Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Jawa Timur. Selain kegiatan pembinaan karakter, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari renovasi RTLH, kegiatan lingkungan hidup, edukasi kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam renovasi 403 RTLH di Kota Kediri, Gerakan Pramuka menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berlangsung di bumi perkemahan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi salah satu warisan sosial penting dari Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pewarta: Pusdatin Kwarda Jatim





















