PRAMUKA.ID – Tabanan, Setelah sempat vakum sejak tahun 2018 akibat pandemi, perhelatan akbar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) ke-6 tingkat Provinsi Bali resmi dibuka kembali. Acara ini berlangsung di Bumi Perkemahan Alit Putra, Desa Candi Kuning, Bedugul, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (22/4).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., MM., dalam sambutannya menekankan bahwa Pramuka bagi santri bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah pembentukan karakter yang menyatukan nilai religius dengan kecerdasan nyata.
Dalam arahannya, Kakanwil Made Sunartha menggarisbawahi pentingnya mengembangkan tiga kecerdasan: spiritual, intelektual, dan sosial. Secara khusus, ia menyoroti fenomena media sosial yang mulai mengikis komunikasi langsung di masyarakat.
“Seringkali kita duduk bersama, tapi tidak ada komunikasi karena sibuk dengan gadget. Saya meminta para pembina agar dalam beberapa hari ke depan ada waktu khusus untuk membatasi penggunaan HP. Biarkan kecerdasan sosial santri tumbuh melalui interaksi langsung, hati ke hati,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan santri ditentukan oleh mental dan akhlak yang kuat, hal-hal yang menurutnya tidak bisa didapatkan hanya melalui teknologi, melainkan melalui tempaan fisik dan mental di Pramuka.
Senada dengan Kakanwil, Wakil Ketua Bidang SAKO dan Gugus Darma Kwarda Bali, Dr. Ir. Komang Agusjaya Mataram, M.Kes., yang hadir mewakili Ketua Kwarda Bali, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Kemenag dan Kwarda.
“Pramuka adalah kawah candradimuka bagi generasi muda. Nilai gotong royong, etos kerja, dan pantang menyerah adalah sikap yang dikembangkan di sini melalui pengamalan Tri Satya dan Dasa Dharma,” ungkapnya.
Ketua Panitia, Noer Yasin, melaporkan bahwa PPSN VI tahun 2026 ini diikuti oleh 363 peserta yang terdiri dari santri penegak dari berbagai Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah di Bali. Mengusung tema “Merawat Alam, Menyatu dalam Kebersamaan”, kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari hingga 24 April 2026.
Kembalinya PPSN ini membawa beban moral sekaligus semangat tinggi. Pasalnya, pada PPSN terakhir tahun 2018 di Jambi, kontingen Bali berhasil menyabet predikat Juara Umum 1 Nasional.
“Harapan kami di tahun 2026 ini, Bali bisa kembali mempertahankan prestasi tersebut di tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang,” ujar Noer Yasin. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga telah menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang di tingkat provinsi ini.
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali






















