PRAMUKA.ID – Kota Probolinggo, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., secara resmi melantik Wali Kota Probolinggo, Kak dr. H. Aminuddin, Sp.OG., Subsp.K.Obginsos., M.Kes., sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Probolinggo masa bakti 2025–2030, Kamis (16/4/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Hall Bayuangga Hotel Bromoview Probolinggo tersebut berjalan dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan kelembagaan Gerakan Pramuka di tingkat daerah, khususnya dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kepanduan.
Tidak hanya pelantikan Ketua Mabicab, acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan jajaran pengurus Kwartir Cabang serta Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Kota Probolinggo. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Forkopimda, pengurus kwartir ranting, hingga para pembina dan anggota gugus depan, semakin menambah semarak dan kekhidmatan acara.
Turut mendampingi Ketua Kwarda Jawa Timur dalam kegiatan tersebut antara lain Kak Dr. Mohammad Taufiq, S.H., M.H., Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., Kak Adie Kurniawan, S.E., M.M., serta Kak Mas’ul Hadi, S.Psi., bersama jajaran staf dan tim media Kwarda Jatim yang ikut memastikan kelancaran jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Kak H.M. Arum Sabil menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran Majelis Pembimbing Cabang sebagai mitra utama kwartir dalam mengembangkan Gerakan Pramuka di daerah.
Menurutnya, Mabicab memiliki peran penting dalam memberikan dukungan moral, material, serta kebijakan guna memastikan program-program kepramukaan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Kak Arum mengaitkan peran Gerakan Pramuka dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa waktu sekitar 19 tahun ke depan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter, tangguh secara fisik, dan matang secara emosional.
“Generasi muda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Jika kita ingin Indonesia menjadi negara maju dan berdaulat pada tahun 2045, maka investasi terbesar kita adalah pada pembinaan generasi muda, termasuk melalui Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada seluruh jajaran Pramuka di Kota Probolinggo, disertai harapan agar para pengurus yang baru dilantik dapat menjadi teladan serta mampu menggerakkan organisasi secara lebih progresif dan inovatif.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Arum turut menyoroti dinamika global sebagai cermin penting bagi bangsa Indonesia. Ia menyinggung konflik internasional yang melibatkan negara-negara besar sebagai pelajaran bahwa kekuatan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemandirian dan kualitas sumber daya manusianya.
“Kita bisa belajar bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menciptakan, menemukan, dan mengembangkan teknologi serta ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan bangsanya sendiri. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan generasi muda kita menjadi pencipta dan penemu, bukan hanya pengguna,” tegasnya.
Ia menambahkan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau memiliki tantangan besar dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta semangat kebhinekaan kepada generasi muda.
“Kita harus menyadari bahwa masa depan keutuhan Nusantara ada di tangan generasi muda saat ini. Melalui Gerakan Pramuka, mari kita tanamkan semangat cinta tanah air, kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa gotong royong,” imbuhnya.
Selain itu, Kak Arum juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda. Ia menilai bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh ketahanan fisik dan psikologis masyarakatnya.
“Generasi muda kita harus sehat, kuat, dan tangguh. Oleh karena itu, tugas kita bersama adalah memastikan mereka mendapatkan pembinaan yang menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental, maupun spiritual,” jelasnya.
Ia juga menekankan agar seluruh anggota Pramuka tidak terlena dalam zona nyaman, melainkan terus berupaya meningkatkan kapasitas diri dan berkontribusi bagi masyarakat. Semangat belajar, berinovasi, dan beradaptasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Semoga segala ikhtiar yang kita lakukan dalam membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka mendapatkan ridho dan rahmat dari Allah SWT, serta membawa manfaat besar bagi kemajuan bangsa dan negara,” pungkas Kak Arum Sabil.
Pewarta: Pusdatin Kwarda Jatim





















