PRAMUKA.ID – Jakarta, 8 April 2026 – Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo, S.IP., M.A.P., memberikan arahan kepada seluruh bidang kepanitiaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 untuk mempercepat kesiapan kegiatan dengan menekankan efisiensi anggaran, kesiapan teknis, serta penguatan koordinasi lintas bidang.
Dalam arahannya disampaikan bahwa hingga 8 April 2026, kepesertaan Jambore Nasional XII telah mencakup 33 Kwartir Daerah (Kwarda) dari 35 Kwarda, serta 378 Kwartir Cabang (Kwarcab) dari total 514 Kwarcab di seluruh Indonesia.
Sesjen Kwarnas juga menekankan pentingnya tindak lanjut hasil rapat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui penyusunan surat resmi terkait kebutuhan kegiatan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan rincian yang jelas, terukur, dan substantif.
Efisiensi Jadi Perhatian Utama
Dalam arahannya, Bachtiar Utomo juga mengingatkan seluruh panitia untuk melakukan langkah efisiensi secara maksimal mengingat belum adanya kepastian dukungan pendanaan dari APBN.
Setiap bidang diminta menetapkan prioritas program berdasarkan urgensi dan dampaknya terhadap kegiatan utama. Selain itu, rapat koordinasi diharapkan dapat dilakukan secara daring sebagai upaya menekan biaya operasional.
Kesiapan Teknis Perkemahan dan Kegiatan
Pada Bidang Perkemahan, panitia diminta segera merencanakan pembukaan lahan tambahan untuk mendukung kebutuhan tapak perkemahan serta memastikan optimalisasi seluruh fasilitas yang tersedia di Bumi Perkemahan.
Sementara itu, Bidang Kegiatan diarahkan untuk memastikan seluruh program selaras dengan tema Jambore Nasional, terutama dalam penguatan wawasan kebangsaan, budaya, serta keterampilan kepramukaan.
Sebanyak 64 kegiatan yang telah dirancang harus dipastikan siap dari sisi konsep, lokasi, maupun teknis pelaksanaannya.
Keamanan dan Perlindungan Peserta Jadi Prioritas
Dalam bidang Upacara, Protokol, dan Keamanan, proses seleksi petugas upacara akan dilakukan secara nasional dengan tahapan awal secara daring sebagai bagian dari efisiensi.
Selain itu, aspek perlindungan peserta juga menjadi perhatian, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP) mitigasi risiko serta penanganan insiden untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan nyaman.
Perhatian khusus juga diberikan kepada peserta berkebutuhan khusus melalui penyediaan aksesibilitas fasilitas, pendampingan, serta pelayanan yang inklusif.
Publikasi Kegiatan Mulai Diperkuat
Bidang Kehumasan dan Informasi diminta mulai menggencarkan publikasi kegiatan melalui berbagai media, termasuk produksi konten kreatif, teaser kegiatan, serta penyebaran informasi resmi guna meningkatkan antusiasme masyarakat.
Peliputan kegiatan juga diharapkan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca kegiatan.
Validitas Data Peserta Sangat Krusial
Bidang Administrasi diminta memastikan data peserta yang akurat dan mutakhir karena akan berpengaruh terhadap kebutuhan teknis seperti distribusi perlengkapan peserta, penataan tapak kemah, konsumsi, serta logistik lainnya.
Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, Kwarnas Gerakan Pramuka berharap Jambore Nasional XII Tahun 2026 dapat terselenggara secara optimal, efisien, dan memberikan pengalaman pendidikan karakter yang berkualitas bagi Pramuka Indonesia.


















