PRAMUKA ID – Momentum Nuzulul Qur’an 17 Ramadan, menjadi pengingat diri tentang peristiwa turunnya Al Qur’an sebagai petunjuk hidup umat manusia, sekaligus rahmat Allah Azawajalla bagi semesta melalui mukjizat Rasulullah Muhammad SAW.
Menyusuri Gua Hira di Puncak Jabal Nur, Makkah, tempat wahyu pertama atau Al-Qur’an diturunkan, sejumlah anggota Pramuka Kwarda Aceh, melakukan pendakian sekitar jam 3.00 AM waktu Arab Saudi. Tentu jalurnya sudah lebih mudah akses ketimbang Zaman Nabi, yang harus berjalan kaki sejauh ±6 kilometer menuju kaki Jabal Nur, kemudian mendaki ketinggian 640 meter dengan kemiringan 45 sampai 70 derajat untuk mencapai Gua Hira.
Merawat ingatan 1416 tahun silam tersebut, yakni tahun 610 Masehi, menjadi titik awal peristiwa Nuzulul Qur’an di Gua Hira.
Konon, jelang diangkat menjadi Rasulullah, Muhammad SAW sering menyendiri dan merenung di gua hira, menghindari kerusakan moral masyarakat jahiliyah Makkah kala itu.
Hingga tiba malam 17 Ramadan, Malaikat Jibril mendatangi beliau dan menyampaikan wahyu pertama surah Al-Alaq: Ayat pertama berbunyi perintah “Iqra!” (Bacalah!).
Peristiwa ini menandai dimulainya kenabian Muhammad SAW
Pendakian Jabal Nur zaman sekarang, efektif dilakukan sekitar jam 03.00 AM, mencapai puncak jelang subuh, kemudian menyusuri dinding tebing batu sempit untuk mencapai Gua Hira, mengenang tempat di mana Rasulullah Muhammad SAW menerima mukjizat Al-Qur’an.
Di tengah kondisi perang timur tengah saat ini, Gua Hira tetap menjadi simbol ketenangan dan keteguhan iman. Banyak jemaah dari berbagai belahan dunia tetap berusaha mendaki untuk sekadar melihat tempat Rasulullah mencari ketenangan batin, seraya berdoa agar kedamaian senantiasa menaungi tanah suci dan seluruh umat manusia.
_”Ya Allah, berikanlah keamanan pada negeri-negeri kami”_
Menjadi tradisi ketika berada di gua hira, pengunjung melaksanakan sholat fardhu & sunnah, serta baca surat al-alaq. Mengingat kembali perjuangan nabi Muhammad menerima wahyu pertama di tempat ektreme ini sebagai teladan kematangan jiwa dan kesempurnaan akhlak.
Penulis: Zulfahmi MD. – Annas Humas Kwarnas Gerakan Pramuka

























