PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional melalui penguatan sinergi pembinaan anggota muda, pengelolaan organisasi, serta pengembangan anggota dewasa. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Andalan Nasional 2026 yang dipaparkan oleh Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.
Dalam paparannya, Sesjen Kwarnas menyampaikan bahwa swasembada pangan merupakan isu strategis sekaligus darurat regenerasi yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa, termasuk Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal terbesar di Indonesia. Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader muda yang peduli lingkungan, terampil, serta mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Beliau menyoroti pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan tata kelola kelembagaan melalui berbagai forum koordinasi, seperti Forum Group Discussion (FGD) para Sekretaris Kwartir Daerah (Kwarda), Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) pimpinan Kwarnas dan Ketua Kwarda, serta Rakorsus lintas bidang yang melibatkan unsur Binamuda, Binawasa, Orgakum, dan Kesekretariatan. Upaya tersebut bertujuan menyatukan persepsi isu strategis, meningkatkan sinergitas, serta memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dan selaras di seluruh tingkatan kwartir.
Selain penguatan organisasi, Kwarnas juga melaporkan sejumlah program konkret, antara lain perjalanan dinas pimpinan dan pengurus untuk konsolidasi kwartir dan satuan pendidikan, kegiatan representasi dan keprotokolan pimpinan, serta program sosial seperti donor darah yang secara rutin dilaksanakan dengan melibatkan ratusan pendonor. Program-program ini diharapkan mampu meningkatkan citra Gerakan Pramuka sekaligus memperkuat kepedulian sosial anggota.
Dalam aspek kesejahteraan internal, Kwarnas menyampaikan penyelesaian administrasi Dana Kesejahteraan Karyawan (DKK) bagi puluhan karyawan purna tugas sejak tahun 2020 hingga 2025 sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dan peningkatan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Sesjen Kwarnas menegaskan arah kebijakan pembinaan pangan Pramuka melalui program Instruktur Pangan bagi anggota dewasa, pengembangan Laboratorium Pangan di gugus depan, serta penguatan gugus depan mandiri pangan. Program ini mencakup sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dengan berbagai metode, mulai dari hidroponik, tabulampot, budidaya ikan, hingga pertanian terpadu ramah lingkungan.
Melalui Rapat Paripurna Andalan Nasional ini, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P. berharap terwujudnya Gerakan Pramuka yang semakin solid, adaptif, dan berdaya guna, sekaligus mampu mengambil peran nyata dalam mendukung agenda nasional, khususnya swasembada pangan sebagai bagian dari kemandirian bangsa.


















