Warta Pramuka
Minggu, 8 Maret 2026
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
No Result
View All Result
Warta Pramuka
No Result
View All Result

Pramuka, Belajar Memanusiakan Manusia

PUSDATIN KWARNAS
Minggu, 26 Mar 2023
/ Opini
Telah dibaca 5737 Kali
Pramuka, Belajar Memanusiakan Manusia
Share on FacebookShare on Twitter

Pramuka, organisasi yang memiliki tujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian yang tangguh dan berintegritas melalui kegiatan kepramukaan. Salah satu kegiatan kepramukaan di alam terbuka yang menarik dan menantang bagi kaum muda adalah perkemahan.

Oleh sebab itu diperlukan kehadiran orang dewasa sebagai pembina Pramuka yang secara sukarela mendampingi kaum muda dalam perkemahan dengan berangkat dari keprihatinan yang sama, yaitu melihat bahwa para remaja memerlukan bimbingan. Di sisi lain, para remaja bila tidak memiliki kegiatan, resikonya mereka bisa saja menemukan kenyamanan di hal-hal yang negatif.

BACA JUGA

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya

Kemudian, penulis tertarik untuk membahas praktik terbaik dalam konsep Pramuka, yaitu belajar memanusiakan manusia, saat Saka Wanabakti Banyuwangi menggelar latihan integrasi rimbawan muda.

Melalui perkemahan tersebut, maka kaum muda dapat menyalurkan tenaga dan aspirasi mereka. Metodenya, dalam menyusun kontrak kegiatan, peserta diberikan kebebasan untuk menentukan segala hal positif yang dijadikan pedoman untuk dipatuhi bersama-sama.

Pertama, kegiatan dilaksanakan tepat waktu. Kita menyadari bahwa masalah bangsa Indonesia identik dengan jam karet, sehingga masalah tersebut perlu dicarikan solusinya. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan berlatih melaksanakan kegiatan tepat pada waktunya sesuai dengan jadwal.

Biasanya, tradisi kita lebih menghargai orang yang terlambat dan menghukum orang yang tepat waktu. Misalnya saat kegiatan akan dimulai, kita cenderung untuk menunda dan menunggu orang-orang yang belum datang. Dengan demikian, orang-orang yang sudah datang tepat waktu dihukum untuk menunggu orang yang terlambat.

Kontrak kegiatan yang disusun dan dipatuhi oleh peserta, maka peserta tidak merasa tekanan sehingga menciptakan kegiatan yang menyenangkan.

Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya. Tentu saja, akan terjadi perbedaan pandangan antara satu dengan yang lainnya.

Masalah yang dihadapi oleh bangsa kita adalah ketidaksiapan dalam menghadapi perbedaan pendapat. Padahal, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa terjadi, sehingga diperlukan sikap saling menghargai.

Pernah mendengar pasal senioritas? Pasal satu senior selalu benar. Pasal dua, jika senior salah maka kembali ke pasal satu. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan yang penuh dengan semangat senioritas maka sebenarnya tidaklah mendidik untuk menjadi manusia.

Peran orang dewasa adalah membimbing peserta didik dengan berdiskusi dan saling berbagi gagasan. Prinsip yang digunakan dalam perkemahan tersebut, posisi antara peserta didik dan Pamong Saka setara.

Dengan demikian, peserta didik akan mempelajari pelajaran yang berharga sebagai manusia diantaranya tentang toleransi, saling menghargai, dan tidak menganggap bahwa pendapatnya adalah yang paling benar. Hal itu juga menjadi media pembelajaran bahwa kita perlu untuk berkompromi sebagai makhluk pribadi dalam situasi sosial.

Kesimpulannya, Pramuka memiliki peran penting dalam membantu anggotanya untuk memanusiakan manusia. Kegiatan-kegiatan kepramukaan yang berorientasi pada keterampilan sosial, dan lingkungan hidup dapat membantu anggota Pramuka untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan karakter yang tangguh dan berintegritas.

***
Penulis Opini:
Pelatih Pembina Pramuka pada Pusdiklatcab Macan Putih Banyuwangi, Jawa Timur.

Kata Kunci: BelajarMenjadi Manusiapramuka
Sebelumnya

Kwarran Patimpeng Fasilitasi Anggota untuk Pembuatan KTA Menggunakan SIKADA

Sesudahnya

Pangkalan SMKS 1 LPPM Ciasem Sukseskan Earth Hour 2023

Warta Terkait

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab
Agenda

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya
Kwarcab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya

Refleksi Hari Guru Nasional 2025
Kwarda

Refleksi Hari Guru Nasional 2025

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan
Kwarda

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan

8 Pokok-Pokok Pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka, dan Dunia
Opini

8 Pokok-Pokok Pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka, dan Dunia

Evolusi Korps Pelatih Menjadi Tim Pelatih pada Pusdiklatcab
Opini

Evolusi Korps Pelatih Menjadi Tim Pelatih pada Pusdiklatcab

Next Post
Pangkalan SMKS 1 LPPM Ciasem Sukseskan Earth Hour 2023

Pangkalan SMKS 1 LPPM Ciasem Sukseskan Earth Hour 2023

Sako Pramuka SIAP Gelar Rakor Bahas Kegiatan Tahun 2023

Sako Pramuka SIAP Gelar Rakor Bahas Kegiatan Tahun 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WartaTerbaru

Rintisan Saka Patriot Kwarcab Kota Tangerang Gelar Gema Ramadhan, Diisi Sanlat, Santuni Yatim dan Bukber

Rintisan Saka Patriot Kwarcab Kota Tangerang Gelar Gema Ramadhan, Diisi Sanlat, Santuni Yatim dan Bukber

Ramadan Penuh Kebersamaan, Pramuka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Gelar Buka Bersama dan Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Ramadan Penuh Kebersamaan, Pramuka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Gelar Buka Bersama dan Berbagi Takjil Untuk Masyarakat

Kwarcab Kota Tangerang Sertakan 11 Anggota Pramuka untuk Ikuti Pesantren Kilat Nasional

Kwarcab Kota Tangerang Sertakan 11 Anggota Pramuka untuk Ikuti Pesantren Kilat Nasional

Pelantikan Dewan Ambalan dan Dewan Racana Pramuka Universitas Sumatera Utara Masa Bakti 2026

Pelantikan Dewan Ambalan dan Dewan Racana Pramuka Universitas Sumatera Utara Masa Bakti 2026

Bidang Abdimas Humas Kwarcab Kota Tangerang Salurkan Bantuan Kwarda Banten untuk Warga Korban Banjir di Periuk Damai

Bidang Abdimas Humas Kwarcab Kota Tangerang Salurkan Bantuan Kwarda Banten untuk Warga Korban Banjir di Periuk Damai

Opini Kakak

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab
Agenda

Refleksi 169 Tahun Baden-Powell: Warisan yang Dijaga, Tantangan yang Dijawab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya
Kwarcab

Raimuna Tak Perlu Gengsi: Berani Menggelar, Nyata Manfaatnya

Refleksi Hari Guru Nasional 2025
Kwarda

Refleksi Hari Guru Nasional 2025

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan
Kwarda

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan

Warta Pramuka

PRAMUKA.ID merupakan laman khusus Warta Gerakan Pramuka yang dikelola oleh Kwartir Nasional untuk mempublikasikan informasi dari seluruh anggota Gerakan Pramuka. #SetiapPramukaAdalahPewarta

  • Kebijakan Privasi
  • Warta Pramuka

© 2024 Warta Gerakan Pramuka

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin

© 2024 Warta Gerakan Pramuka