PRAMUKA.ID – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Jambore On The Air (JOTA) ke-89 dan Jambore On The Internet (JOTI) ke-47 Tingkat Nasional Tahun 2026.
Rapat berlangsung di Gedung Sudirman, Taman Rekreasi Wiladatika (TRW), Cibubur, Jakarta, Senin (14/9/2026), pukul 14.00 WIB.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Muda, Dr. Sigit Muryono, M.Pd., Kons., didampingi Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas, Lingkungan Hidup, Kehumasan dan Informatika, Mayjen TNI Mar. (Purn) Yuniar Ludfi.
Turut hadir dalam rapat tersebut jajaran pengurus dan andalan Kwarnas, antara lain Sekretaris Bidang Binamuda Mahsun Ismail, para Andalan Nasional Bidang Binamuda, Ketua Dewan Kerja Nasional (DKN) Raihan Muhammad Sujaya, Wakil Ketua DKN Tamara Al Ihsan, serta anggota DKN.
Hadir pula National JOTA Coordinator Triadi Parmana Suparta, National JOTI Coordinator Adi Pamungkas, Andalan Nasional Bidang Kehumasan dan Informatika Zulfahmi, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Ria Yusnita, Karo Binamuda Desi Ampriani, Sekretaris Pusdatin Harry Prasetya, Karo Abdimas, Lingkungan Hidup, Kehumasan dan Informatika Haerudin, serta jajaran biro dan staf terkait.
Rapat ini menjadi bagian dari koordinasi lintas bidang untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan JOTA dan JOTI tingkat nasional, baik dari sisi teknis, program kegiatan, maupun dukungan komunikasi dan informasi.
Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas, Lingkungan Hidup, Kehumasan dan Informatika, Mayjen TNI Mar. (Purn) Yuniar Ludfi berharap persiapan ini dimaksimalkan agar semua bisa berjalan baik, terutama sarana dan prasana bersih dan nyaman saat pelaksanaan JOTA dan JOTI.
Wakil Ketua Kwarnas Bidang Binamuda , Kak Dr. Sigit Muryono, M.Pd., Kons. Menegaskan bahwa Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mendorong pelaksanaan Jambore On The Air (JOTA) ke-89 dan Jambore On The Internet (JOTI) ke-47 Tingkat Nasional Tahun 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan komunikasi melalui radio dan internet, tetapi juga pengalaman pendidikan yang mempertemukan anggota muda Indonesia dengan dunia.
Dalam arahannya terkait persiapan JOTA-JOTI Nasional 2026 penyelenggaraan JOTA-JOTI perlu dirancang agar Pramuka Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berperan aktif dan berkontribusi dalam kegiatan kepanduan dunia.
“ Libatkan kaum muda dalam kegiatan ini (DKN) tapi didampingi oleh orang dewasa, agar kegiatan ini menjadi nilai Pendidikan yang sangat kuat baik dari sisi teknologi, Digital, etika komunikasi, sehingga seluruh peserta mendapatkan ilmu dari kegiatan ini” Ujarnya
Tiga kata kunci yang diusulkan untuk menerjemahkan tema dunia tersebut ialah peace, inclusion, dan connection. Ketiganya diarahkan agar JOTA-JOTI menjadi ruang bagi anggota muda untuk belajar membangun perdamaian, menghargai keberagaman, serta terhubung dengan Pramuka dari berbagai negara.
Pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut adalah “Connect – Learn – Share – Make a Difference.”
Kak Sigit menekankan perlunya perubahan paradigma, dari sekadar communication event menjadi youth educational experience. Dengan demikian, peserta diharapkan pulang membawa pengalaman dan pembelajaran yang bermakna. Sejumlah kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain pengenalan budaya negara lain, pembelajaran bahasa asing, diskusi tentang perdamaian, pemahaman keberagaman, pendidikan kewargaan digital (digital citizenship), pengenalan teknologi radio, pembuatan konten digital, hingga kegiatan persahabatan internasional.
Sementara Ketua DKN Raihan Muhammad Sanjaya yang diwakili Kak Restu Nissa Hafiza mengatakan Tema JOTA dan JOTI “A Peacefuland Inclusive World” bukan hanya soal pelaksanaan, tapi ini menyentuh pembinaan dan patform digital edukasi publikasi.
kegiatan diharapkan tidak hanya didominasi penyampaian materi, tetapi juga memperbanyak praktik, permainan, tantangan, networking, dan aktivitas digital. Sementara itu, kesiapan koneksi internet perlu diperkuat melalui penyediaan jaringan utama dan cadangan serta pelaksanaan technical test.
Evaluasi juga menyoroti perlunya memastikan kesiapan perlengkapan radio. Berdasarkan penyampaian pihak ORARI dalam materi evaluasi, peralatan radio Kwarnas dinilai sudah tidak memadai dan nota kesepahaman (MoU) antara Kwarnas dan ORARI perlu diperbarui.
JOTA dan JOTI merupakan kegiatan internasional Gerakan Pramuka yang menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk berkomunikasi, berbagi pengalaman, dan memperluas persaudaraan melalui komunikasi radio serta internet. Kedua kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran, pertukaran wawasan, dan penguatan jejaring kepanduan dunia.
Selain itu, koordinasi juga diarahkan pada persiapan bersama ORARI, sinkronisasi platform AyoPramuka, pemantauan informasi dari World Organization of the Scout Movement (WOSM), serta penyiapan materi publikasi dan konten awal.
JOTA-JOTI 2026 juga akan memanfaatkan situs resmi jotajoti.info yang dikelola WOSM sebagai rujukan untuk linimasa internasional, muatan kegiatan global, panduan kegiatan, akses platform JOTI resmi, serta sertifikat internasional.
Pewarta: Yudhi Wahyudi
Photo: Herianda dan Kemah Syahid





























