PRAMUKA.ID – Pusdiklatnas Gerakan Pramuka resmi menggelar Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Gelombang ke-2 Tingkat Nasional Tahun 2026. Kursus ini diselenggarakan di Kompleks Pusdiklatnas Gerakan Pramuka, Cibubur, Jakarta yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 13 Juli 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Kak Dr. Rahman Syah, M.Si. Pembukaan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas, LH dan Humasinfo Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP. M.M., serta Kepala Pusdiklatnas Gerakan Pramuka Kak Yana Suptiana, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Budi Waseso, Kak Rahman Syah menekankan pentingnya peran Pelatih Pembina dalam menjaga mutu pembinaan di gugus depan maupun di kwartir. Beliau juga memberikan instruksi strategis bagi para peserta setelah menyelesaikan kursus ini.
“Tugas Kakak begitu kembali, ketemu dengan Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Hubungi UPT-nya, sampaikan bagaimana pentingnya tiap-tiap Gugus Depan dibina oleh tenaga Pembina yang merata di seluruh satuan pendidikan atau gugusdepan yang memiliki kualifikasi yang teruji oleh kegiatan KPD ini,” tegas Kak Rahman Syah.
Beliau menambahkan bahwa maju mundurnya Gerakan Pramuka tidak ditentukan oleh pimpinan di Kwartir, melainkan oleh para Pembina di lapangan. Perlu adanya integritas yang dimiliki para Pembina demi menjadi bagian Binawasa
“Pembina tentu sangat ditentukan bagaimana Kakak mempersiapkan kursus. Pada akhirnya, Pembina yang mengikuti kursus yang Kakak rancang bisa berdiri di depan peserta didik, dan membuat adik-adik kita tampil di panggung-panggung juara,” harapnya.
Bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara adalah Mohammad Laiyin Nento selaku Wakil Kepala Pusdiklatnas, sementara Kak Lilik Dyah Wulandari, M.Pd., dipercaya menjadi Pimpinan Kursus pada gelombang ke-2 ini.
Pada kesempatan yang sama, Kak Laiyin selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan dinamika persiapan dan pelaksanaan kursus tahun ini yang kembali digelar setelah penantian cukup lama.
“KPD ini adalah sebuah kursus peralihan, dari dunia membina hingga akhirnya bertambah amanah melatih para anggota dewasa. Inilah sebuah momentum yang sangat penting yang bisa Kakak alami langsung di sini,” ujar Kak Laiyin.
Bersamaan dengan hal tersebut, Kak Laiyin memberikan sebuah token penghormatan kepada Wakil Ketua Kwarnas Bidang Abdimas, LH dan Humasinfo Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP. M.M., karena senantiasa hadir dalam kegiatan Pusdiklatnas.
Acara ini merupakan gelombang ke-2 dari kursus yang diadakan khusus karena jumlah peserta yang mendaftar pada KPD juni lalu mendapatkan antusias yang tinggi dari masing-masing Kwarda, sehingga Pusdiklatnas memfasilitasi KPD pada tahun ini menjadi dua gelombang agar Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar ini tetap khidmat dan melahirkan Pelatih Pembina yang andal dan berintegritas.
Terdaftar sebanyak 39 peserta yang berasal dari 10 Kwartir Daerah, terdiri dari 27 putra dan 12 putri, yang mengikuti kegiatan KPD kali ini. Selama 7 hari 6 malam, para peserta akan digembleng untuk memenuhi kurikulum Sisdiklat sebanyak 70 jam pelajaran yang mencakup orientasi, penguatan, materi penerapan, hingga materi pengukuhan.
Aktivitas diawali dengan tes awal (pre-test) untuk mengukur pemahaman peserta mengenai pembinaan peserta didik dan pengelolaan anggota dewasa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi kursus untuk memberikan gambaran singkat mengenai dinamika yang akan dihadapi selama kursus.
Dengan diselenggarakannya KPD II Tingkat Nasional 2026 ini, harapannya tidak hanya akan melahirkan Pelatih Pembina yang lulus secara administratif, melainkan benar-benar melahirkan para Pelatih Pembina yang andal dan berintegritas. Selain itu, kehadiran para peserta dari berbagai penjuru daerah diharapkan mampu mengikis ketimpangan kualitas latih dan bina di daerah asal masing-masing.






















