Warta Pramuka
Rabu, 14 Januari 2026
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin
No Result
View All Result
Warta Pramuka
No Result
View All Result

IWD dan Semangat Kepanduan dalam Menyongsong Dunia yang Lebih Baik

PUSDATIN KWARNAS
Selasa, 08 Mar 2022
/ Global
Telah dibaca 8048 Kali
IWD dan Semangat Kepanduan dalam Menyongsong Dunia yang Lebih Baik
Share on FacebookShare on Twitter

PRAMUKA.ID — Setiap tahunnya, pada tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women’s Day (IWD). Gerakan ini bukan merupakan simbol dari suatu kelompok atau organisasi tertentu, tetapi sebagai upaya dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Dikutip dari websitenya, International Women’s Day (IWD) memiliki nilai-nilai yang diperjuangkan, yaitu “Imagine a gender equal world. A world free of bias, stereotypes and discrimination. A world that’s diverse, equitable, and inclusive”

BACA JUGA

Transit di TRW, Delegasi DIY Kontingen 33rd APR Scout Jamboree akan Kembali ke Yogyakarta Hari Ini

Transit di TRW, Delegasi DIY Kontingen 33rd APR Scout Jamboree akan Kembali ke Yogyakarta Hari Ini

33rd APR Scout Jamboree Selesai, Kontingen Indonesia Telah Tiba di Tanah Air

33rd APR Scout Jamboree Selesai, Kontingen Indonesia Telah Tiba di Tanah Air

Pada titik ini, saya merasa bahwa nilai yang diperjuangkan oleh IWD memiliki irisan dengan World Organization Scout Movement (WOSM). Dalam World Scout Conference ke-35 di Durban, Afrika Utara pada tahun 1999, Kepanduan mengung misi untuk “mewujudkan dunia yang lebih baik”.

Kesetaraan Gender

Konsep “mewujudkan dunia yang lebih baik” yang diusung oleh WOSM masih abstrak, berbeda dengan IWD yang lebih konkrit, yaitu kesetaraan gender. Namun, jika kita menarik dari sejarah kepanduan, Baden-Powell yang pada awalnya merekrut 22 anak laki-laki untuk berkemah di Pulau Brownsea, Inggris. Lalu menyusun buku Scouting for boys. Di titik ini, seakan-akan kepanduan hanya untuk anak laki-laki saja.

Tapi pada akhirnya, di tahun 1910, Agnes Baden-Powell mendirikan Girl Guide, yang memiliki nilai yang sama dengan kepanduan putra, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan perempuan. Hal ini mematahkan dominasi bahwa kepanduan hanya untuk anak laki-laki saja.

Dengan adanya wadah kepanduan putri, remaja putri mendapatkan pengetahuan untuk berkemah yang juga didapat oleh remaja putra. Pada titik inilah, kesetaraan gender terlihat jelas dalam cikal bakal Kepanduan.

Perbedaan Bukan Penghalang

Kepanduan adalah sebuah gerakan yang terbuka untuk semua orang, tidak peduli apa suku, agama, ras, warna kulit dan lain sebagainya. Hal ini juga tercermin dalam salah satu reff lagu pesan perdamaian, Messengers of Peace

“We are scouts, the messengers of peace. Respecting the difference and diversity”

Perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Dengan adanya perbedaan, sepatutnya kita dapat belajar, bukan malah menjadi jurang pemisah. Perdamaian tidak akan dapat terbentuk jika kita tidak saling memahami berbedaan.

Konsep Kepemimpinan dalam Kepanduan

Pada akhir ini, saya banyak sekali mendengar aspirasi jika perempuan bisa menjadi seorang pemimpin bagi organisasi. Kita bisa melihat bahwa banyak juga pemimpin-pemimpin perempuan.

Yang sering dikritik adalah relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki. Dimana seorang perempuan yang ingin bersaing dengan laki-laki untuk mendapatkan kepemimpinan sering kali diragukan dengan dalih, misalnya “perempuan itu emosional, tidak cocok menjadi pemimpin”, ataupun narasi serupa yang mengecilkan perempuan.

Salah satu konsep kepemimpinan dalam kepanduan yang kemudian diadaptasi oleh Gerakan Pramuka adalah prinsip satuan terpisah. Misalnya dalam Ambalan/Racana memiliki pemimpin masing-masing, Ketua putra mengatur anggota putra dan Ketua Putri mengatur anggota putri. Kepanduan memberikan wadah secara struktural agar perempuan dapat memimpin.

Penutup

Sejatinya, Gerakan Kepanduan memiliki nilai yang beririsan dengan peringatan International Women’s Day (IWD), terutama dalam prinsip kesetaraan gender untuk membangun dunia yang lebih baik.

***
Penulis : Achmad Bayu Setyawan, Pemangku Adat Racana Airlangga, Humas DKN 2022

Kata Kunci: international women's dayiwd 2022pramukascouts
Sebelumnya

Rapat Pleno, Kak GKR Mangkubumi Imbau Seluruh Andalan Bisa Optimalkan Kolaborasi

Sesudahnya

Hari Tunas Gerakan Pramuka, Koperasi Pandu Kwarda DIY Siapkan Aplikasi Baru

Warta Terkait

Transit di TRW, Delegasi DIY Kontingen 33rd APR Scout Jamboree akan Kembali ke Yogyakarta Hari Ini
Global

Transit di TRW, Delegasi DIY Kontingen 33rd APR Scout Jamboree akan Kembali ke Yogyakarta Hari Ini

33rd APR Scout Jamboree Selesai, Kontingen Indonesia Telah Tiba di Tanah Air
Global

33rd APR Scout Jamboree Selesai, Kontingen Indonesia Telah Tiba di Tanah Air

Api Unggun Agung Menutup Secara Resmi Rangkaian Kegiatan 33rd APR Scout Jamboree di Filipina
Global

Api Unggun Agung Menutup Secara Resmi Rangkaian Kegiatan 33rd APR Scout Jamboree di Filipina

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Terima Penghargaan Pingat Kepujian Mutiara dari Persekutuan Pengakap Malaysia (PPM)
Global

Andalan Nasional Gerakan Pramuka Terima Penghargaan Pingat Kepujian Mutiara dari Persekutuan Pengakap Malaysia (PPM)

Pelatih Pramuka Indonesia Berbagi Inspirasi di COP30 Brasil dan Perkuat Kolaborasi dengan WOSM
Global

Pelatih Pramuka Indonesia Berbagi Inspirasi di COP30 Brasil dan Perkuat Kolaborasi dengan WOSM

Saka Wanabakti Gelar Rakernas 2025 Bahas Penguatan Kelembagaan dan Arah Kerja Organisasi
Global

Saka Wanabakti Gelar Rakernas 2025 Bahas Penguatan Kelembagaan dan Arah Kerja Organisasi

Next Post
Hari Tunas Gerakan Pramuka, Koperasi Pandu Kwarda DIY Siapkan Aplikasi Baru

Hari Tunas Gerakan Pramuka, Koperasi Pandu Kwarda DIY Siapkan Aplikasi Baru

DKD DIY Selenggarakan Sidang Paripurna Daerah Tahun 2022

DKD DIY Selenggarakan Sidang Paripurna Daerah Tahun 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WartaTerbaru

KMD Golongan Penggalang dan Penegak Pramuka UNM Resmi Dibuka

KMD Golongan Penggalang dan Penegak Pramuka UNM Resmi Dibuka

Pusdiklat dan Tiga Fungsi Strateginya

Pusdiklat dan Tiga Fungsi Strateginya

KMD Kwarcab Kota Pekanbaru di Kwarran Pekanbaru Kota Mulai Digelar

KMD Kwarcab Kota Pekanbaru di Kwarran Pekanbaru Kota Mulai Digelar

Kwarda Jawa Tengah Salurkan Beragam Bantuan Sosial untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Tiba di Kwarda Sumatera Utara, Tim Bantuan Kwarda Jateng Lakukan Koordinasi

Kwarda Jawa Tengah Salurkan Beragam Bantuan Sosial untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Kwarda Jawa Tengah Salurkan Beragam Bantuan Sosial untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Opini Kakak

Refleksi Hari Guru Nasional 2025
Kwarda

Refleksi Hari Guru Nasional 2025

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan
Kwarda

Menguatkan Martabat Guru di Era Perubahan

8 Pokok-Pokok Pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka, dan Dunia
Opini

8 Pokok-Pokok Pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka, dan Dunia

Evolusi Korps Pelatih Menjadi Tim Pelatih pada Pusdiklatcab
Opini

Evolusi Korps Pelatih Menjadi Tim Pelatih pada Pusdiklatcab

Warta Pramuka

PRAMUKA.ID merupakan laman khusus Warta Gerakan Pramuka yang dikelola oleh Kwartir Nasional untuk mempublikasikan informasi dari seluruh anggota Gerakan Pramuka. #SetiapPramukaAdalahPewarta

  • Kebijakan Privasi
  • Warta Pramuka

© 2024 Warta Gerakan Pramuka

No Result
View All Result
  • Home
  • Warta Pramuka
  • Warta Foto
  • Warta Video
  • Opini
  • Tautan
    • WOSM
    • SDGs
    • PRAMUKA.OR.ID
  • Radio
  • Scouts for SDGs
  • Buletin

© 2024 Warta Gerakan Pramuka