PRAMUKA.ID – Karanganyar, Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dalam rangka Hari Pramuka ke-65 memiliki pesan lebih dalam dari sekadar memindahkan simbol Gerakan Pramuka dari satu daerah ke daerah lainnya. Perjalanan berantai tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana semangat, tanggung jawab dan kepemimpinan harus terus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pesan itu disampaikan Kamabicab Gerakan Pramuka Sragen, Sigit Pamungkas, saat prosesi timbang terima ETK dari Kwarcab Sragen kepada Kwarcab Karanganyar di Lapangan Kaliwuluh, Kecamatan Kebakkramat, Selasa (1/9/2026).
Menurut Sigit, pola perjalanan ETK yang dilakukan secara berantai menggambarkan bahwa sebuah tujuan besar tidak dapat dicapai oleh satu orang atau satu kelompok saja.
“Untuk mencapai satu tujuan kita ini harus saling bersinergi meneruskan estafet kepemimpinan dan semangat, sehingga kerja kolektif ini bisa mencapai tujuan,” kata Sigit.
Ia menambahkan, perjalanan ETK juga tidak mudah sehingga membutuhkan kedisiplinan dan daya juang dari setiap personel yang terlibat.
Pesan tersebut menjadi relevan dengan misi Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui kegiatan ETK, anggota Pramuka tidak hanya mengikuti prosesi peringatan Hari Pramuka, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kerja sama dan konsistensi dalam menjalankan tugas.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan ETK merupakan tradisi khas Kwarda Jawa Tengah dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka tahun ini.
“Dengan tujuan mempertahankan tradisi, kemudian membentuk generasi muda kita punya karakter disiplin, rela berkorban, cinta tanah air dan bangsa,” ujarnya.
Di wilayah Karanganyar, rombongan ETK melewati tiga titik utama. Setelah diterima di Lapangan Kaliwuluh, personel melakukan pergantian di Pertigaan Nangsri. Estafet kemudian dilanjutkan menuju Kampus II ISI Surakarta untuk diserahkan kepada Kwarcab Surakarta.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian panjang ETK yang akan berakhir di Banyumas, lokasi puncak peringatan Hari Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah pada 9 September 2026.
Bagi para peserta, Tunas Kelapa yang berpindah dari tangan ke tangan bukan sekadar simbol. Di dalamnya terdapat pesan bahwa semangat pengabdian dan kepemimpinan harus terus dijaga dan diteruskan agar tujuan bersama dapat tercapai.
Pewarta: Wagiman Kwarcab Karanganyar























