PRAMUKA.ID – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kahu terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pembinaan generasi muda melalui rencana pembentukan Satuan Karya Pramuka (Saka) Tarunabumi dan Saka Bakti Husada tingkat ranting. Langkah ini diawali dengan koordinasi bersama Penyuluh Pertanian, kakak Andi Elya Azis, S.Pt., yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Tarunabumi Ranting Patimpeng, serta Kepala UPT Puskesmas Kahu, kakak drg. Andi Amelia. (Selasa, 06/10/2026) di Tribun Olahraga Palattae, Kecamatan Kahu, Bone. Sulawesi Selatan. Koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antara Gerakan Pramuka, sektor pertanian, dan sektor kesehatan demi menghadirkan pembinaan yang edukatif, produktif, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Pembentukan Saka Tarunabumi diharapkan menjadi wadah bagi Pramuka Penegak untuk memperdalam pengetahuan serta keterampilan di bidang pertanian, meliputi tanaman pangan, peternakan, perkebunan, dan hortikultura. Kakak Andi Elya Azis, S.Pt., menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan Saka Tarunabumi sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian. “Saka Tarunabumi bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga wadah untuk membentuk generasi muda yang terampil, mandiri, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan. Melalui kegiatan praktik langsung di lapangan, adik-adik Pramuka dapat mengenal pertanian modern, memahami potensi wilayahnya, serta termotivasi menjadi generasi penerus yang mampu mendukung kemajuan pertanian Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, pembentukan Saka Bakti Husada bersama UPT Puskesmas Kahu diharapkan mampu memperkuat peran Pramuka dalam meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kakak drg. Andi Amelia memandang bahwa keterlibatan generasi muda dalam edukasi kesehatan merupakan investasi penting bagi masa depan. “Kami menyambut baik rencana pembentukan Saka Bakti Husada di tingkat Ranting Kahu. Melalui wadah ini, anggota Pramuka dapat belajar tentang perilaku hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, kesehatan lingkungan, serta pentingnya menjaga kesehatan diri dan masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan Pramuka yang tidak hanya sehat secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi pelopor dan penggerak perilaku hidup sehat di lingkungannya,” tuturnya.
Ketua Kwarran Kahu, kakak Dra. Andi Sukmawati AZ., MSi, LT menegaskan bahwa pembentukan Saka Tarunabumi dan Saka Bakti Husada merupakan langkah penting dalam memperluas ruang pengabdian Gerakan Pramuka, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan minat, bakat, dan keterampilan sesuai bidang yang diminati. Ia berharap koordinasi dengan BPP Kahu melalui Penyuluh Pertanian dan UPT Puskesmas Kahu dapat segera ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret, mulai dari pemantapan koordinasi kelembagaan, penyiapan calon anggota, pembentukan kepengurusan dan unsur pembimbing, hingga penyusunan program kerja yang terarah dan berkelanjutan. “Kami berharap pembentukan kedua Saka ini tidak berhenti pada rencana dan wacana, tetapi segera diwujudkan melalui kerja sama nyata. Saka harus menjadi tempat belajar, berlatih, berkarya, dan mengabdi bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Kahu,” demikian pesan yang diharapkan menjadi semangat bersama dalam merealisasikan program tersebut.
Realisasi kedua Saka ini juga diharapkan mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang lebih kontekstual dengan kebutuhan masyarakat. Saka Tarunabumi dapat dikembangkan melalui praktik budidaya pertanian, kunjungan lapangan, pengenalan teknologi pertanian, dan edukasi ketahanan pangan, sedangkan Saka Bakti Husada dapat diarahkan pada edukasi kesehatan, promosi perilaku hidup bersih dan sehat, serta aksi sosial kesehatan dengan pendampingan tenaga yang kompeten. Dengan dukungan para pemangku kepentingan, kegiatan tersebut berpeluang menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial anggota Pramuka.
Semangat pembentukan Saka Tarunabumi dan Saka Bakti Husada di Kwarran Kahu menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka terus berupaya menjawab tantangan zaman melalui pendidikan nonformal yang aplikatif dan berorientasi pada pengabdian. Kolaborasi antara Kwarran Kahu, Penyuluh Pertanian, dan UPT Puskesmas Kahu diharapkan menjadi awal lahirnya generasi muda yang mencintai pertanian, peduli kesehatan, serta siap berkontribusi bagi kemajuan daerah. Sebab, Pramuka hebat bukan hanya mereka yang terampil dalam kegiatan kepramukaan, melainkan mereka yang mampu membawa manfaat, menebarkan inspirasi, dan menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.
Pewarta: Yusran AY.NS (Andalan Daerah Sulsel / ISJ Sulsel #2109)





















