PRAMUKA.ID – Jakarta Pusat, Sebanyak 150 Pramuka Penggalang dari enam sekolah mengikuti kegiatan Jelajah Museum Sasmitaloka Jenderal AH Nasution dan Jenderal Ahmad Yani pada Sabtu (3/10/2026). Peserta berasal dari SMP IT YP IPPI Cakung, MTsN 20 Jakarta, MTsN 28 Jakarta, MTs Al-Wathoniyah 10 Jakarta, SMP Islam Miftahussa’adah, dan SMPN 194 Jakarta. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme, memperdalam pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa, serta mengenalkan kembali nilai-nilai patriotisme para pahlawan revolusi kepada generasi muda.
Rangkaian jelajah museum diawali dari Stasiun Buaran menuju Stasiun Cikini sebelum peserta melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Museum Sasmitaloka Jenderal AH Nasution di Menteng, Jakarta Pusat. Di museum tersebut, peserta mengenal lebih dekat kediaman pribadi Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution melalui berbagai koleksi memorabilia, diorama peristiwa penyerangan, serta lorong tempat beliau lolos dari upaya penculikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani yang berada tidak jauh dari lokasi pertama.
Dalam perjalanan kegiatan, peserta turut mendapatkan pendampingan dari Kak Muhamad Rizqi Baihaqi selaku Pembina Satuan Penggalang SMP IT YP IPPI Cakung. Pendampingan tersebut membantu peserta mengikuti rangkaian kunjungan dengan tertib sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lokasi bersejarah. Kehadiran pembina juga mendukung peserta dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari perjalanan, kunjungan museum, hingga sesi diskusi.
Di Museum Sasmitaloka Jenderal Ahmad Yani, peserta melihat berbagai koleksi peninggalan Jenderal Ahmad Yani, mulai dari pakaian, dokumen, hingga lokasi yang berkaitan dengan peristiwa penembakan sang Pahlawan Revolusi. Sepanjang kunjungan, peserta mendapatkan penjelasan dari pemandu museum mengenai kisah hidup, dedikasi, dan integritas kedua tokoh tersebut. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan sehingga kunjungan museum menjadi pengalaman belajar sejarah secara langsung.
Kak Siti Maryana Hikmatin yang akrab disapa Kak Nana selaku Pembina SMP IT YP IPPI Cakung menyampaikan bahwa tingginya partisipasi peserta menunjukkan masih adanya ketertarikan generasi muda untuk mengenal sejarah bangsa. “Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang nostalgia sejarah, tetapi juga momentum untuk mengambil iktibar dan semangat juang para pahlawan,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi antusiasme 150 peserta yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif.
Kegiatan jelajah museum tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai perjalanan sejarah bangsa, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk memahami nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdian para pahlawan. Pengalaman mengunjungi langsung tempat-tempat bersejarah diharapkan dapat membantu peserta menghubungkan pembelajaran sejarah dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan diskusi interaktif dan foto bersama di halaman museum.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga ingatan kolektif sejarah sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Pengalaman yang diperoleh selama jelajah museum menjadi bagian dari proses pembinaan Pramuka Penggalang melalui pembelajaran di luar ruang yang edukatif dan kontekstual. Semangat perjuangan para pahlawan diharapkan dapat terus dikenang dan diwujudkan melalui sikap positif, tanggung jawab, serta kontribusi peserta di lingkungan masing-masing.
Pewarta: Moh. Syukron Makmun – Kwartir Cabang Kota Pasuruan























