PRAMUKA.ID – Sebanyak 20 Pembina Pramuka Gugus Depan 00-303 / 00-304 KJRI Kota Kinabalu dianugerahi tanda penghargaan gerakan pramuka (TPGP) oleh Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka. Berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 114 tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Penghargaan Lencana Pancawarsa bahwasannya terdapat 18 pembina dan pengurus Gugus Depan 00-303 / 00-304 KJRI Kota Kinabalu menerima tanda penghargaan. Tanda penghargaan yang diterima diantaranya adalah lencana pancawarsa III kepada Kak Imam Hanafi selaku Ketua Gudep KJRI Kota Kinabalu, lencana pancawarsa II dianugerahkan kepada Kak Romi Rullyandi (Koordinator Pembina Gudep KJRI Kota Kinabalu wilayah Pantai Barat), Kak Christya Mahardika (Koordinator Pembina wilayah Kundasang), dan Kak Lia Rahmawati selaku pembina penegak di satuan pendidikan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), serta lencana pancawarsa I dianugerahkan kepada 14 pembina pramuka lainnya yang bertugas di satuan pendidikan baik di SIKK maupun di Community Learning Centre (CLC) di Sabah. Lencana pancawarsa sendiri merupakan tanda penghargaan yang menunjukkan kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, ketekunan, kesungguhan, dan ketertiban sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka dalam melaksanakan kewajiban selama lima tahun atau kelipatan lima tahun. Salah satu penerima, Kak Romi Rullyandi menyampaikan “rasa terima kasih kepada Kwarnas atas perhatian dengan memberikan tanda penghargaan kepada pembina pramuka yang bertugas di Luar Negeri”.
Selain lencana pancawarsa Kwarnas juga menganugerahkan tanda penghargaan Darma Bakti kepada Nur Muhammad Farid, dan kepada Kak Sahyuddin selaku Kepala Sekolah SIKK yang juga berperan sebagai ketua harian Mabigus KJRI Kota Kinabalu. Kak Sahyuddin menyampaikan pada sambutannya, “penerimaan tanda penghargaan ini kami terima agar menjadi motivasi kami dan pembina lainnya untuk terus berkarya serta bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan kegiatan pramuka di masing-masing satuan pendidikannya, terlebih keberadaan kita di Negara orang peran pramuka sangat penting dalam menjalankan kehidupan di negara orang”.
Proses penetapan TPGP yang diberikan bermula dari arahan dari Kwarnas Bidang Kerjasama Dalam dan Luar Negeri untuk menjaring data para pembina pramuka di seluruh Gugus Depan luar negeri termasuk di satuan pendidikan SIKK dan CLC se Sabah dibawah naungan Gudep KJRI Kota Kinabalu. Dari hasil penjaringan data tersebut kemudian Mabigus KJRI Kota Kinabalu mengusulkan nama – nama pembina yang layak mendapatkan TPGP kepada Kwarnas Gerakan Pramuka. Usulan tersebut diterima lalu kemudian ditetapkan oleh Kwarnas Gerakan Pramuka pada tanggal 6 Agustus 2026, dan diserahkan pada tanggal 14 Agustus 2026 bertepatan dengan hari Pramuka ke-65 pada kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 di Cibubur. Oleh karena itu, TPGP diserahkan oleh Kwarnas kepada perwakilan kontingen Gudep KJRI Kota Kinabalu yang mengikuti Jamnas. Adapun penyematan TPGP tersebut kepada para Pembina Gugus Depan KJRI Kota Kinabalu yang menerima baru dilakukan pada hari Senin, 7 September 2026 di kegiatan upacara pembukaan Jambore Anak Indonesia di Malaysia (JAIM) ke 10 di Bumi Perkemahan Taman Pertanian Sabah, Tenom, Malaysia. TPGP tersebut disematkan kepada para pembina yang menerima oleh Konsul Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KJRI Kota Kinabalu.
Jambore anak Indonesia di Malaysia atau dikenal dengan sebutan JAIM itu sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan pramuka penggalang yang diikuti 42 CLC dan 1 SIKK (sebagai sekolah induk). Tidak seperti Jambore pada umumnya yang dilaksanakan lima tahunan, JAIM diadakan setiap tahun dimaksudkan karena keberadaan Pramuka Indonesia berada di Malaysia, sehingga menjadi ajang silaturahmi, memperkuat tali persaudaraan, serta menumbuhkan rasa nasionalisme kepada seluruh anggota pramuka penggalang dan pembina yang ada di Sabah, Malaysia. Tahun 2026 ini JAIM sudah memasuki kesepuluh kalinya diselenggarakan.
Pewarta: Gudep KJRI Kota Kinabalu


















