PRAMUKA.ID – Semangat, kemandirian, dan jiwa persaudaraan ditunjukkan oleh Sangga Penegak Putri Ambalan Tomau pangkalan SMAN 19 Bone dalam mengikuti seluruh rangkaian perkemahan yang berlangsung selama tiga hari, 8–10 Agustus 2026, di Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan perkemahan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para Penegak putri Ambalan Tomau. Tidak hanya mengasah kemandirian dan kekompakan di tengah kehidupan perkemahan, mereka juga mendapat kesempatan istimewa untuk menjadi bagian dari momentum Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 di Lapangan Sepak Bola Bakunge, Ponre.
Bagi para peserta, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar hadir dalam sebuah perkemahan. Mereka belajar bahwa Pramuka adalah ruang untuk membentuk karakter, melatih kedisiplinan, memperkuat kepemimpinan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dari tenda sederhana di perkemahan hingga berdiri tegap dalam barisan upacara, setiap proses menjadi bagian dari perjalanan untuk menjadi generasi muda yang tangguh dan bertanggung jawab.
Salah seorang anggota Penegak Ambalan Tomau, Kak Anggun Aprilya, siswi kelas XI F1 SMAN 19 Bone, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, perkemahan memberikan banyak pengalaman baru, terutama dalam membangun kekompakan dan belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
“Bagi saya, mengikuti perkemahan ini sangat berkesan. Kami belajar untuk lebih mandiri, disiplin, saling membantu, dan menjaga kekompakan. Yang paling membanggakan adalah kami dapat mengikuti langsung Upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Sulawesi Selatan. Ini menjadi pengalaman yang akan selalu saya ingat,” ungkap Anggun.
Kesan serupa disampaikan Kak Aura Natasya, siswi kelas XI F4. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh pembelajaran dan nilai-nilai kepramukaan.
“Selama mengikuti perkemahan, banyak hal yang kami dapatkan. Kami belajar bekerja sama, menjaga kebersamaan, mengikuti aturan, dan menyelesaikan setiap kegiatan sampai selesai. Mengikuti upacara Hari Pramuka bersama banyak anggota Pramuka dari berbagai daerah juga membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari Gerakan Pramuka,” tutur Aura.
Sementara itu, Pembina Pramuka Putri Ambalan Tomau, Kak Darnawati Dahlan, S.Pd, memberikan apresiasi atas semangat dan kesungguhan para peserta selama mengikuti kegiatan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para Penegak Putri dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi semangat anak-anak selama mengikuti perkemahan. Mereka belajar bukan hanya tentang kegiatan kepramukaan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kemandirian dan bagaimana menjaga nama baik Ambalan Tomau. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus aktif berkegiatan dan menjadi generasi yang berkarakter,” ujar Kak Darnawati.
Apresiasi dan rasa syukur juga disampaikan Kak Y.A. Yahya, S.Pt., M.Si, MT selaku Andalan Ranting Kwarran Patimpeng, atas keberhasilan para Penegak putri Ambalan Tomau menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena adik-adik Penegak putri telah menyelesaikan seluruh rangkaian perkemahan dengan baik hingga mengikuti Upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Sulawesi Selatan. Ini bukan hanya tentang hadir dan mengikuti kegiatan, tetapi tentang bagaimana mereka mampu menyelesaikan setiap proses dengan semangat, disiplin dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Menurutnya, pengalaman mengikuti perkemahan dan upacara tingkat provinsi merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter generasi muda. Ia berpesan agar semangat yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti ketika perkemahan berakhir, tetapi dibawa kembali ke sekolah, keluarga, masyarakat, dan lingkungan kepramukaan.
“Jadikan pengalaman ini sebagai kenangan yang membangun sekaligus sebagai bekal untuk melangkah lebih jauh. Teruslah menjadi Penegak yang tangguh, rendah hati, disiplin dan mampu menjadi teladan. Jangan hanya bangga mengenakan seragam Pramuka, tetapi tunjukkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan nyata. Selamat dan terima kasih atas perjuangannya,” pesan Kak Y.A.Yahya.
Adapun kakak-kakak Sangga Penegak putri Ambalan Tomau pangkalan SMAN 19 Bone yang mengikuti rangkaian kegiatan ini yaitu Rara Irwanda, Nurlinda Ashari, Kyla Fitri, Hasfita Bahtiar, Irfa Nur Acy Syatika, Aura Natasya, Anggun Aprilya, A.Salwa Salsa Bila, Andi Nur Aziza, dan Nur Fadhillah.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 8 hingga 10 Agustus 2026 akhirnya menjadi sebuah perjalanan penuh makna bagi Sangga Penegak Putri Ambalan Tomau SMAN 19 Bone. Dari Masago hingga ke Bakunge, mereka menorehkan pengalaman, persaudaraan, dan kebanggaan sebagai generasi muda yang terus belajar melalui Gerakan Pramuka.
Perkemahan boleh berakhir, tetapi semangat kepramukaan harus terus menyala. Sebab, setiap langkah yang ditempuh di bumi perkemahan hari ini adalah bekal untuk menjadi generasi yang lebih mandiri, berkarakter, dan siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Pewarta: Yusran AY.NS (Andalan Kwarran Patimpeng / ISJ Sulsel #2109)























