PRAMUKA.ID — Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan kedaulatan pangan sebagai fondasi ketahanan bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam pemaparan bertajuk “Dari Tunas Muda ke Kedaulatan Pangan”, dikegiatan penguatan program pembinaan anggota dewasa, Selasa, (05/05/2026), bertempat diaula Sarbini Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur, Jakarta
Dalam paparannya, Bachtiar menekankan bahwa pendidikan generasi muda saat ini akan sangat menentukan masa depan bangsa, terutama dalam hal kemandirian pangan. “Setiap tunas yang kita didik hari ini menentukan apakah bangsa ini akan berdiri mandiri atau bergantung di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedaulatan pangan merupakan syarat mutlak bagi kemerdekaan dan ketahanan suatu negara. Tanpa kemampuan memproduksi pangan sendiri, sebuah bangsa akan rentan terhadap krisis global dan tekanan eksternal. Hal ini sejalan dengan pandangan Presiden RI Prabowo Subianto yang menilai produksi pangan sebagai sektor strategis bagi keberlangsungan negara.
Lebih lanjut, Bachtiar menguraikan bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan konsumsi, melainkan juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjaga stabilitas sosial-ekonomi, serta memperkuat kemandirian nasional. Oleh karena itu, ketahanan pangan harus mencakup ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas yang berkelanjutan.
Namun, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan serius di sektor pangan, mulai dari alih fungsi lahan, menurunnya minat generasi muda menjadi petani, hingga dampak perubahan iklim. Selain itu, ketergantungan terhadap impor komoditas pangan tertentu juga menjadi perhatian dalam upaya mencapai swasembada pangan.
Dalam konteks tersebut, Gerakan Pramuka dinilai memiliki posisi strategis sebagai jembatan pembentukan karakter generasi muda. Melalui pendekatan pendidikan berbasis pengalaman langsung di alam, Pramuka dapat menanamkan nilai kemandirian, kepedulian lingkungan, serta keterampilan praktis dalam pengelolaan pangan.
“Pramuka tidak hanya membentuk karakter, tetapi juga bisa menjadi gerakan nyata dalam menyelamatkan masa depan pangan bangsa,” tegas Bachtiar.
Implementasi konkret yang didorong antara lain melalui kegiatan kebun sekolah, urban farming, hingga program ketahanan pangan di lingkungan pendidikan dan kepramukaan. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri, peduli lingkungan, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya pangan.
Sebagai penutup, Bachtiar mengajak seluruh pihak untuk memulai langkah nyata dari lingkungan terdekat. “Mulai dari sekolah, mulai dari siswa, dan mulai dari sekarang,” ujarnya, menegaskan urgensi aksi bersama menuju Indonesia yang berdaulat pangan.
Pewarta : Yudhi Wahyudi
Photo : Herianda




















