PRAMUKA.ID – Jakarta Selatan – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan almarhum Kak Husein Mutahar sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan tersebut ditegaskan dalam kegiatan ziarah dan doa bersama yang digelar di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ziarah ini dipimpin oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama keluarga besar Pramuka UNJ, serta dihadiri jajaran Kwarda DKI Jakarta dan anggota Pramuka dari berbagai unsur. Momentum ini menjadi langkah awal dalam menguatkan proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi tokoh yang dikenal sebagai pencipta lagu-lagu perjuangan tersebut.
Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Kak Ratiyono, menegaskan bahwa pihaknya meyakini Husen Mutahar layak mendapatkan gelar tersebut. Menurutnya, kontribusi Mutahar terhadap bangsa, khususnya melalui karya-karya musik yang sarat nilai nasionalisme, sangat besar dan berpengaruh.
Kami merasa dan meyakini Kak Husein Mutahar layak dan pantas untuk kita dukung menjadi Pahlawan Nasional, mengingat beliau adalah tokoh penting dan kebanggaan Gerakan Pramuka,” ujar Kak Ratiyono.
Senada dengan itu, Rektor UNJ Prof. Komarudin yang memimpin jalannya kegiatan menyampaikan apresiasi atas inisiatif keluarga besar Pramuka UNJ dalam mengusulkan gelar tersebut. Ia menilai ziarah ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga penguatan legitimasi moral atas jasa besar Mutahar bagi bangsa.
“Ziarah ini menjadi simbol kesadaran historis sekaligus upaya menguatkan langkah pengusulan sesuai peraturan yang berlaku. Kami juga memohon dukungan dari seluruh elemen Pramuka agar ikhtiar ini dapat terwujud,” ujarnya.
Diketahui, karya-karya Husen Mutahar seperti Syukur, Hari Merdeka, Dirgahayu Indonesia, hingga Hymne Pramuka telah menjadi bagian penting dalam membangun semangat nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, keluarga besar Pramuka UNJ menyatakan kesiapan untuk mengambil peran strategis dalam proses pengusulan. Langkah tersebut meliputi penyusunan naskah akademik, penyelenggaraan seminar ilmiah, hingga pertunjukan karya musik sebagai bentuk diseminasi nilai-nilai perjuangan Mutahar kepada masyarakat luas.
Upaya ini juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Batavia Chamber Orchestra (BCO) UNJ, guna menghidupkan kembali karya-karya Mutahar dalam ruang publik.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa) Kwarda DKI Jakarta, Kak Nurdin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa wacana pengusulan Husen Mutahar sebagai Pahlawan Nasional telah lama bergulir, namun belum terealisasi secara optimal.
“Alhamdulillah kini diinisiasi oleh UNJ. Harapan kami, usulan ini bisa dikawal bersama oleh semua pihak hingga terwujud,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis UNJ, Andy Hadiyanto, serta prosesi tabur bunga sebagai simbol penghormatan kepada almarhum.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen yang terlibat berharap proses pengusulan Husen Mutahar sebagai Pahlawan Nasional dapat berjalan lancar dan mendapatkan pengakuan resmi dari negara atas jasa dan pengabdiannya.




















