PRAMUKA.ID – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk berbagi ilmu dan manfaat, Satuan Karya (Saka) Tarunabumi Kwartir Ranting (Kwarran) Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulsel kembali menggelar aksi nyata. Melalui program unggulan Fisabilillah XIII, para Manisaka, Instruktur dan Pramuka penegak ini melakukan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan edukasi pertanian di berbagai masjid dusun terpencil di wilayah Kecamatan Patimpeng.
Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi keagamaan biasa, melainkan upaya integratif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa di bidang pertanian.
Tim Saka Tarunabumi menyambangi masjid-masjid dusun untuk shalat isya dilanjutkan tarwih bersama. Tim melakukan ceramah agama dipadu dengan edukasi/penyuluhan teknis yang mencakup empat pilar utama pertanian yaitu Tanaman Pangan, Peternakan, Hortikultura danPerkebunan.
Tidak hanya memberikan teori, Tim Fisabilillah XIII Saka Tarunabumi juga memboyong bantuan sarana produksi pertanian (Saprodi) untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang hadir. Langkah ini diambil sebagai stimulan agar masyarakat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.
”Kami ingin kehadiran Pramuka Saka Tatunabumi di bulan Ramadhan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani. Kami membagikan bantuan fisik agar edukasi yang diberikan tidak berhenti di lisan saja,” ujar kakak Andi Elya Azis, salah satu instruktur Saka Tarunabumi.
Adapun saprodi yang disalurkan, diantaranya obat cacing ternak dan desinfektan khusus kandang peternakan, pestisida, dan bibit sayuran yang kesemuanya diberikan secara gratis.
Kegiatan Fisabilillah XIII ini mendapat respons positif dari warga setempat. Banyak petani mengaku terbantu dengan adanya pemberian desinfektan dan obat cacing, mengingat kesehatan ternak menjadi faktor krusial dalam ekonomi pedesaan di Patimpeng.
Melalui kegiatan ini, Saka Tarunabumi membuktikan bahwa gerakan Pramuka mampu menjadi jembatan antara semangat pengabdian masyarakat dengan sektor produktif seperti pertanian. “Dengan stimulan tersebut, diharapkan ternak aman saat lebaran, apalagi dengan adanya desinfektan untuk mencegah dan meminimalisir benih penyakit yang timbul. Dengan rasa aman tersebut bisa mengakselerasi kegiatan Karya Bakti Lebaran yang dicanangkan Kwartir Nasional” ungkap A.Irmaya, panitia Fisabilillah XIII
Pewarta: Yusran AY.NS – Komisi Saka, Sako dan Gugus Darma, Kwarda Sulsel



















