PRAMUKA.ID – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menggelar pertemuan daring pada Rabu, 25 Februari 2026, untuk mengapresiasi pelaksanaan proyek Ticket to Life (TTL) sekaligus membahas keberlanjutan program ini pada tahun 2026.
Pertemuan dibuka oleh Waka Kwarnas Bidang Abdimas, LH, Kehumasan, dan Informatika, Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, didampingi Waka Kwarnas Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M., serta Andalan Nasional Bidang Kerja Sama Luar Negeri Kak Prakoso Permono dan Andalan Nasional Bidang Abdimas dan LH Kak Bambang Sasongko.
Dalam arahannya, Kak Yuniar Ludfi menegaskan pentingnya program ini bagi kelompok rentan.
“Program Ticket to Life ini berfokus pada peningkatan harkat dan martabat anak-anak dari keluarga miskin dan bermasalah dengan merangkul mereka ke dalam pendidikan nonformal kepramukaan,” ujar Kak Yuniar Ludfi.
Berdasarkan catatan evaluasi, 10 program yang telah berjalan sebelumnya menunjukkan capaian positif dalam memberikan dampak bagi peserta didik.
“Kwarnas bersama APR Scout Support Center telah menyepakati kelanjutan dukungan selama setahun ke depan terhadap pilot project yang dipandang telah berjalan dengan baik di Indonesia. Kami sangat berharap segala bentuk dukungan dari Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka terhadap pengembangan program Ticket to Life di wilayah masing-masing baik secara administrasi maupun dukungan lain yang berkelanjutan,” ungkap Kak Ludfi.
Senada dengan hal tersebut, Kak Toto Siswanto menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dalam program ini.
“Pelaksanaan dan pelaporan program ini merupakan bagian penting untuk menunjukkan kiprah Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya pada penguatan SDM dan peran penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Kak Toto juga mengingatkan bahwa kedisiplinan dalam mengelola dan melaporkan dana hibah kemitraan luar negeri merupakan cerminan profesionalisme organisasi yang harus dijaga bersama.
“Penting bagi kita untuk membuktikan posisi Gerakan Pramuka sebagai organisasi dengan good standing position terhadap WOSM dan terus membangun citra positif di kancah internasional. Saya mengharapkan peserta program ini dapat melakukan pelaporan jambakti (service hour) pada platform WOSM SDGs Hub guna memenuhi komitmen kontribusi jambakti Gerakan Pramuka,” tegas Kak Toto.
Kak Bambang Sasongko selaku Annas Bidang Abdimas dan LH yang juga bertugas sebagai Koordinator Ticket to Life Gerakan Pramuka, menyoroti dampak nyata di lapangan.
“Program ini memberikan wawasan dan keterampilan bagi anak-anak yang putus sekolah, membekali mereka dengan soft skill dan hard skill agar mampu mengisi waktu dengan kegiatan positif yang membangun karakter. Prestasi sejati program ini terlihat saat anak binaan di Lapas mendapatkan keterampilan bertahan hidup, memperoleh keringanan hukuman, hingga mampu berwirausaha dan tidak lagi melakukan pelanggaran hukum,” jelas Kak Bambang Sasongko.
Dari sisi kemitraan, Kak Prakoso Permono juga menegaskan komitmen Kwartir Nasional untuk memperkuat kemitraan melalui bidang kerja sama luar negeri. Dana yang berhasil dikumpulkan melalui kemitraan luar negeri pada tahun anggaran 2025/2026 mencapai kurang lebih 65.000 USD atau sekitar 1 miliar rupiah. Sementara itu untuk tahun 2026, dana yang diperoleh sebesar 16.500 USD atau sekitar 270 juta rupiah.
“Ini merupakan bentuk kemitraan kerja sama luar negeri Kwartir Nasional yang berjalan selama ini. Pada tahun 2026 ini, kami akan berupaya untuk lebih banyak melibatkan dan memberdayakan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang dalam rangka pelaksanaan proyek-proyek yang berkaitan dengan inisiatif kepramukaan dunia. Harapannya kita punya pengukuran yang tangible ke depannya, sehingga kita bisa mengoptimalkan proyek ini,” ujar Kak Prakoso yang juga disapa Kak Pras.
Ticket to Life sendiri adalah proyek unggulan organisasi Pramuka wilayah Asia-Pasifik yang bertujuan mengintegrasikan anak jalanan, pengungsi, dan kelompok rentan ke dalam masyarakat melalui pendidikan nonformal Pramuka. Proyek APR Ticket to Life berlangsung di kawasan Asia-Pasifik di tujuh negara, yaitu Bangladesh, Bhutan, India, Indonesia, Nepal, Filipina, dan Thailand.
Program ini fokus pada pengembangan diri, harga diri, dan keterampilan hidup (life skills) untuk menciptakan masa depan pesertanya yang lebih cerah, serta untuk memberikan kegiatan kepada anak-anak/remaja yang memiliki keterbatasan/kerentanan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Peserta pertemuan ini meliputi jajaran Wakil Ketua dan Andalan Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang, para Pembina/Koordinator Pasukan Ticket to Life, di antaranya adalah perwakilan dari Kwarda Jawa Barat (Kwarcab Cianjur, Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Bandung), Kwarda Jawa Tengah, Kwarda DIY (Kwarcab Bantul), Kwarda DKI Jakarta, Kwarda Kalimantan Tengah (Kwarcab Palangkaraya) serta Kwarda Sulawesi Utara (Kwarcab Kota Manado).
Sebagai tindak lanjut, Kwarnas memastikan akan melanjutkan dukungan untuk 11 program TTL di berbagai wilayah pada tahun 2026 guna memastikan keberlanjutan pembinaan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Pewarta: Mutiara Adriane
Foto: Siswanto

























