PRAMUKA.ID – Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bekerjasama dengan RedR Indonesia dan Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mengadakan acara Pembekalan Prinsip-Prinsip Bakti Kemanusiaan Pramuka Peduli dalam Tanggap Darurat Bencana. Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan secara daring diikuti oleh anggota relawan Pramuka Peduli berasal dari Kwarda Gerakan Pramuka yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta anggota relawan Pramuka Peduli Kwarda DKI Jakarta yang telah membantu sortasi dan pengepakan bantuan logistik bencana banjir bandang dan tanah longsor Sumatera di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
Pada kegiatan Pembekalan ini, Kak Mayjen TNI Mar. (Purn) Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, Kehumasan dan informatika membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekaligus membuka secara resmi acara Pembekalan Prinsip-Prinsip Bakti Kemanusiaan Pramuka Peduli dalam Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025, pada hari Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 19.30 WIB.
Dalam sambutannya ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir pada waktu yang relevan dan mendesak ditengah meningkatnya frekuensi bencana yang melanda berbagai wilayah ditanah air.
“Dalam situasi tanggap darurat seperti ini, kita tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga bertindak dengan tepat dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan. Pengalaman di lapangan menunjukan bahwa tantangan sering muncul, mulai dari bantuan yang tidak sesuai kebutuhan, distribusi yang belum merata hingga lemahnya akuntabilitas,” tutur Kak Budi Waseso.
“Kondisi tersebut bukan saja menghambat proses pemulihan saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Oleh karena itu, prinsip-prinsip kemanusiaan harus menjadi pondasi setiap aksi Pramuka Peduli dalam menolong masyarakat terdampak sebagai subjek yang membutuhkan proses pemulihan,” kata Kak Budi Waseso.

“Sebagai organisasi pendidikan yang menjungjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan bakti kemanusiaan, kita harus memahami dan menerapkan Standar Inti Bantuan Kemanusiaan. Dengan pemahaman ini, setiap aksi kita akan lebih terarah, tepat sasaran, dan membawa dampak nyata bagi pemulihan masyarakat,” tutur Kak Budi Waseso.
“Selain itu, koordinasi dan komunikasi yang baik antar pelaku kemanusiaan adalah kunci agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih, tidak terbuang dan benar-benar sesuai kebutuhan. Saya mendorong kepada seluruh peserta untuk aktif mempelajari mekanisme koordinasi lapangan dan mencari solusi kolaboratif ketika menghadapi persoalan di lokasi bencana,” imbuhnya.
“Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga keselamatan dan kemananan bagi diri kita, kelompok, organisasi, dan warga terdampak. Keselamatan merupakan prinsip wajib yang harus melekat di setiap rencana dan tindakan Pramuka Peduli. Terapkan prosedur keselamatan, kenali risiko, dan jangan mengabaikan protokol yang ada,” ungkap Kak Budi Waseso.

“Saya menyambut baik dukungan RedR Indonesia dan mitra lain atas terselenggaranya pembekalan ini. Harapan kami hasil pembekalan ini bukan sekedar pengetahuan di atas kertas, melainkan terwujud dalam peningkatan kapasitas relawan Pramuka Peduli di lapangan untuk lebih sigap, lebih peka, dan lebih professional,” harap Kak Budi Waseso.
Hadir dalam pembukaan pembekalan ini, diantaranya Kak Dr. Rahmansyah, M.Si., Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewas; Kak Yana Suptiana, M.Pd., Ka Pusdiklatnas Gerakan Pramuka; Para Andalan Nasional Gerakan Pramuka; Dewan Kerja Nasional; Kak Benny Usdianto, Direktur RedR Indoneisa; Kak Banu Subagyo, RedR Indonesia; Kak Arshinta RedR Indoneisa; Kak Avianto Amri, Ketua Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI); Kak Adhong Ramadhan, MPBI; Kak Catur Sudiro, MPBI; Kak Purnomo, Kepala SPI Kwarnas; Para Kepala Biro Kwarnas, dan para anggota Relawan Pramuka Peduli Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta sebagai peserta Pembekalan Prinsip-Prinsip Bakti Kemanusiaan Pramuka Peduli dalam Tanggap Darurat Bencana.
Adapun pelaksanaan kegiatan pembekalan secara daring ini dilaksanakan 2 (dua) gelombang, yaitu gelombang pertama telah dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 27 sampai dengan 28 Desember 2025 dan gelombang kedua dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 29 sampai dengan 30 Desember 2025 pada pukul 19.30 WIB sampai dengan selesai.












“Selain itu, koordinasi dan komunikasi yang baik antar pelaku kemanusiaan adalah kunci agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih, tidak terbuang dan benar-benar sesuai kebutuhan. Saya mendorong kepada seluruh peserta untuk aktif mempelajari mekanisme koordinasi lapangan dan mencari solusi kolaboratif ketika menghadapi persoalan di lokasi bencana,” imbuhnya.















