PRAMUKA.ID – Singaraja, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng melaksanakan peringatan Hari Pramuka ke-65, Minggu 30 Agustus 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, pada puncak peringatan itu Kwarcab Buleleng menyerahkan dua unit rumah layak huni yang digarap melalui bedah rumah dalam program bumbung kemanusiaan.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa menyebutkan sejumlah rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan ke-65 tahun yang dibagi dalam kegiatan seremoni, kegiatan prestasi dan kegiatan bakti.
“Karena itu, rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-65 juga kita lengkapi dengan donor darah, bedah rumah, Bumbung Kemanusiaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Suyasa yang juga Sekda Buleleng.
Kakwarcab Suyasa lebih jauh mengatakan, dari proses kegiatan bakti yang dilakukan dengan aksi bumbung kemanusiaan sebagai aksi nyata pramuka buleleng turut dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan melakukan bedah rumah.
“Hari ini kami menyerahkan dua rumah layak huni yang digarap Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Buleleng dengan aksi pengumpulan dana melalui bumbung kemanusiaan dan juga gotong royong untuk bersama-sama membangun rumah dan rumah yang kita serahkan merupakan rumah ke sembilan dan sepuluh,” papar Suyasa.
Sebelumnya, Kwarcab Buleleng telah melakukan delapan aksi bedah rumah secara tersebar di Kabupaten Buleleng, diantaranya di Desa Panji Anom, Desa Tejakula, Desa Sangsit, Kelurahan Sukasada dan di tahun 2026, Kwarcab Buleleng membangun rumah layak huni dengan menyasar keluarga Ketut Sensus Indah (48) di Desa Banyuseri Kecamatan Banjar dan keluarga Gede Mangku (50) di Desa Patemon, Kecamatan Seririt.
“Pembangunan rumah dilakukan mulai dari tahap awal hingga menjadi rumah layak huni melalui semangat gotong royong. Pendanaan program dihimpun melalui Program Bumbung Kemanusiaan, sedangkan penetapan calon penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi bersama Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng,” bebernya.
Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Hari Pramuka ke-65, Made Suartha yang menegaskan bahwa Program Bedah Rumah merupakan implementasi nyata semangat pengabdian Gerakan Pramuka kepada masyarakat. Menurutnya, seluruh pendanaan berasal dari Program Bumbung Kemanusiaan yang dihimpun melalui partisipasi masyarakat, pengurus Gerakan Pramuka, serta Gugus Depan Gerakan Pramuka di wilayah Kabupaten Buleleng.
“Program ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terus hidup di tengah masyarakat. Melalui kebersamaan, kita dapat menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan puncak Hari Pramuka ke-65 itu juga, dua rumah layak huni di Desa Banyuseri dan Desa Patemon diserahkan Kakwarcab Buleleng Gede Suyasa kepada Ketut Sensus Indah dan Gede Mangku didampingi Ketua Panitia Made Suartha dan Sekretaris Kwarcab Buleleng, Ketut Susila Widiarsana.
Melalui Program Bedah Rumah Layak Huni, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng terus meneguhkan perannya sebagai organisasi pendidikan kepanduan yang tidak hanya membentuk karakter generasi muda, tetapi juga hadir memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksi kemanusiaan, gotong royong, dan semangat pengabdian.
Pewarta: Rudianto – Kwarda Bali



















