PRAMUKA.ID – Jakarta, Sebuah capaian membanggakan kembali diraih oleh keluarga besar Gerakan Pramuka MAN 2 Banda Aceh. Pembina Pramuka MAN 2 Banda Aceh, Kak Khaidir Marzuki, resmi bergabung sebagai Young Baden-Powell Fellow, sebuah pengakuan dalam jaringan global pendukung kepanduan yang berada di bawah naungan World Scout Foundation.
Pengukuhan dan penyambutan anggota baru tersebut berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di Gubug Udang, Area Buperta Cibubur, Jakarta, dalam rangkaian Jambore Nasional XII Gerakan Pramuka Tahun 2026.
Kegiatan Welcoming Lunch for New Members of the Baden-Powell Fellowship ini menjadi salah satu momen istimewa di sela-sela pelaksanaan Jambore Nasional XII. Selain menjadi ajang penyambutan bagi para penerima Young Baden-Powell Fellowship, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan dan interaksi antara generasi muda Gerakan Pramuka Indonesia dengan tokoh-tokoh kepanduan nasional dan dunia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiatif Kak Dr. Prak
oso Permono, Andalan Nasional Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Kerja Sama Luar Negeri yang juga merupakan seorang Baden-Powell Fellow.
Acara dibuka dan dipandu oleh Kak Riris Nissa Fauziyah, anggota Dewan Kerja Nasional sekaligus Young Baden-Powell Fellow. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan sambutan dan berbagi pengalaman dari sejumlah tokoh penting dalam Gerakan Kepanduan dunia.
Sambutan disampaikan oleh Kak Dr. Prakoso Permono, Kak H.E. Ambassador Ahmad Rusdi, Mr. Thijs Stoffer, serta Secretary General of the World Organization of the Scout Movement (WOSM), Mr. David Berg. Selain itu, salah seorang penerima Young Baden-Powell Fellowship, Kak Ashari Muhammad Hisbulloh, turut memberikan pengantar dan berbagi pandangan mengenai perjalanan serta makna bergabung dalam jaringan Young Baden-Powell Fellowship.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari tingkat nasional maupun internasional, di antaranya H.E. Ambassador Ahmad Rusdi dan Mr. Thijs Stoffer selaku Bo
ard Members of the World Scout Foundation. Turut hadir pula Mr. David Berg, Secretary General of WOSM, serta Mr. Jose Rizal “JR” Pangilinan, Asia-Pacific Regional Director WOSM. Dari jajaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kak Toto Siswanto, Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, serta Kak Yuniar Ludfi, Wakil Ketua Kwartir Nasional Bidang Pengabdian Masyarakat, Lingkungan Hidup, Kehumasan, dan Informatika.
Hadir pula Kak Rio Ashadi, Andalan Nasional Sekretaris Bina Muda, Kak Raihan Sujaya, Ketua Dewan Kerja Nasional serta Kak Riris Nissa Fauziyah, anggota Dewan Kerja Nasional yang juga telah tergabung sebagai Young Baden-Powell Fellow. Suasana kegiatan semakin istimewa dengan kehadiran David Baden-Powell, generasi kelima dari keluarga pendiri Gerakan Kepanduan Dunia, Lord Robert Baden-Powell.
Selain para tokoh tersebut, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Kerja Sama Luar Negeri, termasuk Kak Nauli Damayanti beserta rekan-rekan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak lima Pramuka muda Indonesia menerima pengakuan sebagai Young Baden-Powell Fellows, yaitu:
1. Ashari Muhammad Hisbulloh
2. Khaidir Marzuki
3. Muhammad Romli
4. Abiyyi Yahya Hakim
5. Chevallyo M.A. Nasution
Bagi Kak Khaidir Marzuki, kesempatan ini menjadi sebuah pencapaian sekaligus pengalaman berharga dalam perjalanan panjangnya di Gerakan Pramuka. Sebagai Pembina Pramuka di MAN 2 Banda Aceh, bergabungnya Kak Khaidir dalam jaringan Young Baden-Powell Fellowship diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota Pramuka lainnya, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan diri, memperluas jejaring, serta mengambil peran dalam mendukung perkembangan Gerakan Kepanduan di tingkat nasional maupun global.
Baden-Powell Fellowship merupakan jaringan global individu yang memberikan dukungan kepada World Scout Foundation dalam upaya memperkuat dan mengembangkan Gerakan Kepanduan Dunia. World Scout Foundation sendiri berperan menghimpun dukungan finansial dan sumber daya lainnya untuk mendukung World Organization of the Scout Movement dan pertumbuhan kepanduan di berbagai negara.
Melalui Baden-Powell Fellowship, para anggotanya tidak hanya terhubung dalam sebuah jaringan global, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung berbagai inisiatif dan perkembangan kepanduan dunia. Jaringan ini mempertemukan para pemimpin, filantropis, tokoh masyarakat, profesional, serta pendukung Gerakan Kepanduan dari berbagai negara.
Sementara itu, Young Baden-Powell Fellows merupakan program khusus bagi generasi muda yang memberikan kesempatan kepada individu berusia di bawah 35 tahun untuk memulai perjalanan filantropi mereka bersama Gerakan Kepanduan. Para Young BP Fellows menjadi bagian dari jaringan global anak muda yang mendukung proyek-proyek kepanduan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kolaborasi dan inovasi untuk menciptakan dampak positif.
Saat ini, program tersebut menghubungkan lebih dari 180 Young BP Fellows dengan jaringan Baden-Powell Fellowship yang terdiri dari ribuan pendukung Gerakan Kepanduan di berbagai negara.
Bergabungnya Kak Khaidir Marzuki sebagai Young B
aden-Powell Fellow menjadi sebuah tonggak penting, tidak hanya dalam perjalanan pribadinya sebagai anggota Gerakan Pramuka, tetapi juga sebagai representasi semangat generasi muda Indonesia untuk terlibat lebih aktif dalam jejaring kepanduan dunia.
Momen tersebut membuktikan bahwa perjalanan seorang Pramuka dapat dimulai dari kegiatan-kegiatan sederhana di gugus depan, berkembang melalui pengabdian dan kepemimpinan, hingga membuka peluang untuk berkontribusi dalam jaringan kepanduan di tingkat global.
Dengan semangat “Creating a Better World”, kehadiran para Young Baden-Powell Fellows Indonesia diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam mendukung masa depan Gerakan Pramuka dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, serta dunia.
Pewarta: Khaidir Marzuki – Kwarcab Kota Banda Aceh























