PRAMUKA.ID – Jakarta, Banyak Generasi Z dan Alfa yang tidak mengetahui permainan tradisional Congklak. Bahkan anak Pramuka pun tidak mengerti cara bermain game ini. Sudah tergantikan permainan modern dan digital.
Sayangnya permainan tradisional yang mengasah analisa dan fokus ini belum berbentuk digital. Sehingga belum dapat dimainkan di gawai digital.
Salah seorang Peserta Jamnas asal Natuna, Elki mengaku tidak mengerti tentang Congklak. Kata dia, belum pernah sekalipun memainkan bahkan melihat permainan Congklak di tempatnya.
“Bagus ini kak, mau coba main di daerah nanti,” katanya setelah dijelaskan cara bermain congklak.
Kak Dafius dari Provinsi Kepulauan Riau mengaku sengaja memamerkan permainan Congklak di anjungan budaya Jamnas XII 2026. Kak Dafius menyadari, bahwa di semua daerah di Indonesia memiliki permainan congklak yang hampir sama. Namun yang membedakan adalah ciri khas kearifan lokal masing-masing daerah.
“Kami sengaja pamerkan permainan tradisional karena sudah tergerus yang modern. Tidak banyak yang tahu ini,” terang Kak Dafius.
Papan congklak dari Kepri bentuk naga, yang merupakan kearifan lokalmperpaduan melayu China.
Pewarta: Gugus Suryaman – Sie Pemberitaan Jamnas XII 2026


















