PRAMUKA.ID – Puluhan petani penggarap di sekitar kawasan hutan Jeongmara menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian pangkalan sekaligus Hutan Edukasi Saka Wanabakti melalui aksi tanda tangan yang digelar di Pendopo Jeongmara, Jumat (7/8/2026).
Aksi tersebut dihadiri Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Kak Sunardi, didampingi Kepala Sub Seksi (KSS) Kemitraan Produktif, Kak Suwadi.
Dalam sambutannya, Kak Sunardi menyambut baik pemanfaatan kawasan hutan sebagai sarana pendidikan kepramukaan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
“Harapannya, Saka Wanabakti bisa memanfaatkan Hutan Jeongmara ini sebagai tempat belajar melestarikan alam,” ujarnya.
Menurutnya, kelestarian kawasan hutan harus berjalan seiring dengan produktivitas masyarakat yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut.
“Kami titip satu hal, sadapannya dijaga kinerja dan keamanannya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Banyuwangi, Mohamad Arif Fajartono, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap pengembangan kawasan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Saka Wanabakti memerlukan lahan sebagai wahana praktik pendidikan kehutanan dan konservasi bagi anggota Pramuka.
“Saya berterima kasih kepada Bapak dan Ibu yang telah memberikan dukungan terhadap keberadaan Pramuka di Jeongmara. Kawasan ini akan menjadi Hutan Edukasi Saka Wanabakti,” katanya.
Arif berharap keberadaan Hutan Edukasi Jeongmara menjadi ruang kolaborasi antara Perhutani, masyarakat, dan Saka Wanabakti dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus membina generasi muda yang peduli lingkungan.
Dukungan juga datang dari Kak Samsul Fuad, pemilik lahan akses menuju Hutan Jeongmara sekaligus pengurus Pimpinan Saka Wanabakti bidang kerjasama dan kemitraan.
“Saya bersedia tanah ini digunakan sebagai akses jalan masuk hutan apabila dimanfaatkan untuk kegiatan kepramukaan,” pungkasnya.
Pewarta: Hengky Firmansyah





















