PRAMUKA.ID – Jakarta – Menjelang perhelatan Jambore Nasional XII Tahun 2026, semangat swasembada pangan membara di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026, Gerakan Pramuka menggelar penanaman padi perdana di kawasan Global Integrated Farming di area Buperta Cibubur. Langkah ini menjadi simbol nyata kontribusi Gerakan Pramuka dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi tema utama kegiatan Jambore Nasional kali ini.
Penanaman padi perdana ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut serta memfasilitasi gelaran Jamnas pada 13-20 Agustus 2026 mendatang. Kawasan pertanian terpadu tersebut dirancang khusus dengan tema Center of Excellence sebagai wahana edukasi bagi para peserta Jamnas yang merupakan Pramuka Penggalang. Melalui kawasan terpadu ini, ribuan anggota Pramuka dari berbagai daerah akan dapat belajar langsung mengenai proses budi daya pertanian modern dan pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.
Momen ini diperkuat dengan kehadiran para pakar dan mitra strategis dari BRIN, yakni Perekayasa Utama Pusat Riset Mikrobiologi Terapan (PRMT) BRIN Bapak Bambang Sumakdi beserta jajaran tim peneliti dari BRIN, Bapak Yuris dari HKTI, serta Ibu Dian Mul dari Mandiri Banana Indonesia (MBI). Sinergi interdisipliner ini menjadi bukti nyata kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan teknologi pertanian terbaik di lingkungan Pramuka.
Dalam sambutannya, Bapak Bambang Sumakdi menyambut hangat peluang kerja sama strategis ini. Diharapkan kerja sama yang akan dibangun dapat mendukung Gerakan Pramuka dalam mengedukasi anggota Pramuka mengenai swasembada pangan dan menerapkan serta menyebarluaskan berbagai inovasi teknologi pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang mandiri.
Sekretaris Jenderal Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, menyampaikan ragam komoditas dan fasilitas pertanian terpadu yang dikembangkan di kawasan tersebut. Kak Bachtiar menyampaikan bahwa kawasan Global Integrated Farming ini mencakup sektor perkebunan, urban farming, hingga peternakan secara terpadu.
Pada kesempatan ini, Kwarnas Gerakan Pramuka menjajaki peluang kolaborasi riset jangka panjang bersama BRIN. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan inovasi bio-agent guna memaksimalkan penyerapan hara dalam tanah sekaligus menekan serangan hama secara alami. Penerapan teknologi ramah lingkungan seperti ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, di antaranya Waka Bidang Binamuda Kak Dr. Sigit Muryono, M.Pd., Kons., Waka Bidang Binawasa Kak Dr. Rahman Syah, Waka Bidang Abdimas, LH dan Humasinfo Kak Mayjen TNI Mar (Purn) Yuniar Ludfi, Waka Bidang KDN dan KLN Kak Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, S.IP., M.M., M.Si., Waka Bidang Bela Negara, Mental dan Spiritual Kak Mayjen TNI (Purn) Widagdo Hendro Sukoco, Kepala Buperta Cibubur Kak Budy Sugandi, Kepala Pusdiklatnas Kak Yana Supriatna, M.Pd., Kepala Pusdatin Kwarnas Kak Ria Yusnita, S.E., Ketua Satuan Pengawas Internal Kwarnas Kak Kol. (Purn) Purnomo, serta Direktur Operasional Madu Pramuka Kak Indra.
































