PRAMUKA.ID – Laut merupakan salah satu kekayaan terbesar bangsa Indonesia yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menopang perekonomian nasional, serta menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat. Oleh karena itu, peringatan Hari Kelautan Tahun 2026 yang mengusung tema “Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan Indonesia” menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian seluruh elemen bangsa terhadap kelestarian lingkungan perairan, termasuk masyarakat yang berada jauh dari wilayah pesisir.
Sebagai bagian dari Gerakan Pramuka, Kwartir Cabang Banyumas memiliki Satuan Karya (Saka) Pramuka Bahari yang berpangkalan di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas. Keberadaan Saka Bahari di Kabupaten Banyumas menjadi bukti bahwa pendidikan dan pembinaan di bidang kebaharian tidak hanya diperuntukkan bagi daerah pesisir, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Indonesia.
Meskipun secara geografis Kabupaten Banyumas tidak memiliki wilayah laut, Banyumas memiliki banyak sungai, mata air, embung, waduk, serta daerah aliran sungai yang menjadi bagian penting dari ekosistem yang bermuara ke laut. Berbagai aktivitas masyarakat di wilayah hulu akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan perairan di wilayah hilir hingga kawasan pesisir. Sampah yang dibuang ke sungai, pencemaran air, dan kerusakan lingkungan pada akhirnya akan terbawa menuju laut dan menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas ekosistem kelautan.
Atas dasar tersebut, Saka Bahari Kwartir Cabang Banyumas memandang bahwa menjaga laut tidak harus dimulai dari tepi pantai. Justru, menjaga kebersihan sungai, melestarikan sumber mata air, serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan dari wilayah hulu sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian laut Indonesia.
Sebagai satuan karya yang berpangkalan di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Saka Bahari juga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan, pembinaan karakter, serta keterampilan kepada generasi muda mengenai keselamatan pelayaran, pengelolaan lingkungan perairan, konservasi sumber daya air, serta wawasan kemaritiman. Pembinaan tersebut bertujuan membentuk Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dalam rangka mendukung tema Hari Kelautan Tahun 2026, Saka Bahari Kwartir Cabang Banyumas akan melaksanakan berbagai program kerja yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat, antara lain:
- Gerakan Bersih Sungai dan Bantaran Sungai sebagai upaya mengurangi sampah yang berpotensi terbawa hingga ke laut.
- Edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem perairan kepada anggota Pramuka dan masyarakat melalui penyuluhan serta kegiatan kepramukaan.
- Kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah, gugus depan, dan masyarakat.
- Penanaman pohon di kawasan sumber mata air dan bantaran sungai untuk menjaga kelestarian daerah tangkapan air.
- Pelatihan keterampilan Saka Bahari yang meliputi pengetahuan kebaharian, keselamatan di perairan, navigasi dasar, serta pengelolaan lingkungan.
- Kolaborasi dengan instansi pemerintah, komunitas lingkungan, dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan pelestarian sumber daya air.
- Peringatan Hari Kelautan Nasional Tahun 2026 melalui kegiatan bakti masyarakat, aksi peduli lingkungan, dan kampanye cinta sungai sebagai bagian dari upaya menjaga laut.
Program-program tersebut diharapkan mampu menanamkan pemahaman bahwa kelestarian laut merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang letak geografis daerahnya. Menjaga lingkungan di wilayah hulu merupakan mata rantai penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut secara menyeluruh.
Lebih dari sekadar kegiatan kepramukaan, Saka Bahari Kwartir Cabang Banyumas ingin menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Melalui pembinaan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki wawasan kemaritiman, diharapkan lahir kader-kader bangsa yang mampu menjadi pelopor pelestarian lingkungan di masa depan.
Semangat “Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan Indonesia” mengandung makna bahwa keberlanjutan laut Indonesia tidak hanya bergantung pada masyarakat pesisir, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh warga negara. Kabupaten Banyumas mungkin tidak memiliki garis pantai, namun memiliki peran besar sebagai daerah hulu yang menentukan kualitas air yang pada akhirnya bermuara ke laut.
Dengan semangat pengabdian Gerakan Pramuka, Saka Bahari Kwartir Cabang Banyumas yang berpangkalan di Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program yang mendukung pelestarian lingkungan perairan sebagai kontribusi nyata dalam menjaga laut Indonesia. Sebab, menjaga sungai hari ini berarti menjaga laut esok hari, dan menjaga laut berarti menjaga masa depan Indonesia

















